Bojonegoro (beritajatim.com) – Tebing Sungai Bengawan Solo yang longsor di RT 13 RW 03 Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro terus meluas. Dampak tebing yang longsor itu mengakibatkan dua rumah roboh.
Amblesnya tebing sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kali pertama terjadi pada Jumat (14/3/2025) pagi. Longsor terus meluas karena faktor fluktuasi volume dan arus Sungai Bengawan Solo.
“Dimensi longsoran dengan panjang 15 meter, lebar 10 meter, dan kedalaman 10 meter,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi, Selasa (18/3/2025).
Longsoran pertama terjadi saat volume air Bengawan Solo surut usai terjadi banjir hingga mencapai siaga 3. Dua rumah warga yang terdampak yakni milik Sudirman (80) dengan ukuran rumah 8×15 meter dan rumah milik Tumini (75) dengan ukuran 8×15 meter.
Dua rumah tersebut saat ini sudah tidak ditempati pemiliknya. Sebab, longsor terus bertambah. “Kedua pemilik rumah sekarang ikut keluarganya. Taksir kerugian pemilik rumah yang terdampak longsor sekitar Rp20 juta,” pungkasnya. [lus/ian]






