Ringkasan Berita
- TP PKK Kota Kediri menggelar Final Lomba Cipta Jingle PKK 2026.
- Sebanyak 15 finalis terbaik bersaing membawa pesan penguatan keluarga.
- Kelurahan Ngadirejo berhasil meraih Juara I.
- Jingle pemenang akan direkam dan dijadikan media kampanye edukatif.
Kediri (beritajatim.com) – Tim Penggerak PKK Kota Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri menggelar Final Lomba Cipta Jingle PKK bertema “Cinta Anak Cinta Keluarga” di Panti PKK Kota Kediri, Rabu (17/6/2026). Ajang kreatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye pengasuhan anak dan ketahanan keluarga melalui media musik yang mudah diterima masyarakat.
Sebanyak 15 finalis terbaik dari tiga kecamatan di Kota Kediri tampil membawakan karya masing-masing. Setiap kecamatan mengirimkan lima peserta terbaik untuk bersaing memperebutkan gelar juara dalam kompetisi yang menggabungkan kreativitas seni dengan pesan edukatif tersebut.
Lomba cipta jingle ini tidak hanya berfokus pada kualitas musikalitas, tetapi juga menekankan kekuatan pesan yang disampaikan kepada masyarakat.
Melalui lirik dan aransemen yang dibuat peserta, berbagai nilai tentang pentingnya pengasuhan anak, keharmonisan keluarga, pendidikan karakter, hingga lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak diangkat menjadi pesan utama.
Dari hasil penilaian dewan juri profesional yang terdiri dari Andi Nugroho dan Siti Isnaniyah, Kelurahan Ngadirejo berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati Kelurahan Campurejo, sedangkan Kelurahan Burengan meraih Juara III.
Keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah aspek penilaian, mulai dari kekuatan pesan, kreativitas lirik, kemudahan diingat, hingga potensi jingle sebagai media komunikasi publik.
Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin Thoha atau yang akrab disapa Ning Faiq, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tersebut.
Menurutnya, seluruh karya yang lahir dari kompetisi ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap isu keluarga dan pengasuhan anak.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan sekadar mencari lagu yang menarik, tetapi juga menciptakan media edukasi yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.
“Saya berharap jingle-jingle yang lahir dari lomba ini dapat menjadi media edukasi yang efektif dan mudah diterima masyarakat, sekaligus mengajak seluruh keluarga di Kota Kediri untuk semakin peduli terhadap pengasuhan anak, kesehatan keluarga, pendidikan karakter, dan pentingnya kebersamaan dalam keluarga,” ujarnya.
Ning Faiq menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik. Karena itu, pesan-pesan positif mengenai keluarga perlu terus disampaikan melalui berbagai pendekatan kreatif.
Dukungan terhadap pelaksanaan lomba juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Rony Yusianto.
Menurutnya, penggunaan media musik sebagai sarana komunikasi publik menjadi langkah yang efektif karena mampu menjangkau berbagai kelompok usia dan latar belakang masyarakat.
“Semoga jingle Cinta Anak Cinta Keluarga mampu menyebarluaskan pesan positif tentang keharmonisan keluarga, terutama dalam memberikan perhatian terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.
Ia menilai kampanye melalui media kreatif seperti jingle memiliki peluang besar untuk lebih mudah diingat dan diterima masyarakat dibandingkan penyampaian pesan secara konvensional.
Sebagai tindak lanjut dari kompetisi tersebut, karya milik Kelurahan Ngadirejo yang meraih Juara I akan memasuki tahap produksi profesional.
Jingle pemenang akan direkam di studio rekaman untuk kemudian dikembangkan menjadi media kampanye resmi yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan edukasi keluarga dan pemberdayaan masyarakat di Kota Kediri.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan yang terkandung dalam karya tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, penghargaan bagi para pemenang akan diserahkan secara resmi pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Melalui penyelenggaraan Lomba Cipta Jingle PKK bertema “Cinta Anak Cinta Keluarga”, TP PKK Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri ingin menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.
Keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan mampu memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak diyakini menjadi fondasi lahirnya generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Karena itu, kampanye mengenai penguatan keluarga terus didorong melalui berbagai program inovatif, termasuk melalui media kreatif seperti musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. [nm/beq]






