Ngawi (beritajatim.com) – Lokasi kecelakaan antara Bus Eka versus Bus Sugeng Rahayu di Jalan Raya Maospati-Ngawi masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sebelumnya bukan merupakan blackspot.
Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono mengonfirmasi bahwa titik lokasi kecelakaan tepatnya di KM 9-10 jalan Raya Ngawi Maospati itu bukanlah blackspot atau rawan kecelakaan.
“Kawasan tersebut bukan merupakan balckspot. Sebelumnya tidak ada kecelakaan yang besar di jalan tersebut. Namun, memang jalan tersebut salah satu jalan utama penghubung Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan serta Kabupaten Madiun,” kata Argo, Jumat (1/8/2023).
Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait kejadian kecelakaan yang menewaskan tiga orang yakni Catur W pengemudi Bus Eka nopol S 7551 US warga Desa Sendang Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Agus Susanto (28) pengemudi Bus Sugeng Rahayu nopol W 7572 UY warga Kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar Jawa Timur, dan Atik Sujiati (58) pejalan kaki, penjual rujak warga Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Catatan beritajatim.com, kejadian kecelakaan di Jalan Raya Ngawi-Maospati yang masuk daerah Ngawi di tahun 2023 ini ada dua yang memakan korban jiwa.
Kejadian pertama yakni supeltas di Ngawi meninggal usai tertabrak truk pengangkut tebu di Jalan Raya Ngawi-Maospati tepatnya di Pertigaan Depan Gudang Bulog masuk Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Kamis (01/06/2023) pukul 16.00 WIB. Sang istri yang mengetahui suaminya meninggal menangis histeris di lokasi kejadian.
Pria itu adalah Agus Sunarto (48) warga desa setempat. Dia biasa menjadi Sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di pertigaan tersebut. Agus meninggal saat hendak menyeberangkan sebuah mobil arah timur atau dari arah Kecamatan Kwadungan. Namun, saat bersamaan ada truk sarat muatan tebu nopol AE 8782 GB berkelir merah yang dikendarai Sugeng (47) warga Desa Sumberjo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro yang melaju dari arah Ngawi.
Kejadian kedua yakni Bus Mira nopol S 7180 US menabrak emak-emak yang menaiki Honda Vario di Jalan Raya Ngawi Maospati, masuk Desa Tembakromo Kecamatan Geneng Ngawi Jawa Timur, Kamis (8/6/2023) pukul 06.00 Wib. Tak hanya menyeret emak-emak pemotor, bus pun masuk ke parit. Kedua kendaraan pun masuk ke parit sedalam 5 meter.
Kronologisnya, bus Mira yang dikendarai oleh Santoso (46) warga desa Tanjung Selayar Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, melaju dari arah Ngawi menuju arah Maospati. Searah di depannya, ada Honda Vario yang dikendarai oleh Supatmi (60) warga desa Tempuran, Paron, Ngawi. Hingga akhirnya, Supatmi meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Widodo selama dua hari.
Sementara itu, lokasi yang dinyatakan sebagai blackspot pada awal 2023 adalah Jalan Ir Soekarno atau Ring Road Ngawi masuk Desa Kandangan Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Di lokasi itu, pernah terjadi kecelakaan tunggal yakni sebuah mobil mengangkut delapan orang menabrak truk tronton yang sedang parkir di pinggir jalan Ir Soekarno atau Ring Road Ngawi masuk Desa Kandangan Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (12/01/2023) pukul 05.00 WIB.
Lima orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan.
Kejadian berawal saat Honda Mobilio nopol AE 1403 KO mengangkut delapan orang berjalan dari arah Surabaya menuju arah Ngawi atau dari arah timur ke barat. Sesampainya di lokasi, mobil yang melaju kencang tak sempat mengerem dan langsung menabrak truk tronton wing box nopol N 8438 TL yang sedang parkir di pinggir jalan. Temuan Tim TAA Polda Jawa Timur, spidometer mobil mati menunjuk angka 130 km/jam. [fiq/kun]
BACA JUGA: Polda Jatim: Kecelakaan Bus di Ngawi Dipicu Menghindari Pejalan Kaki






