Malang (beritajatim.com) – Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) menekankan pentingnya transformasi peran sebagai pelayan lembaga-lembaga pendidikan Islam di daerah.
Hal ini menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang digelar bersama seluruh pengurus LMY tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.
Dalam sidang pleno, moderator menegaskan bahwa Rakernas bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga momen strategis untuk memperkuat kelembagaan yang sehat, mandiri, dan profesional.
“Kita hadir untuk menata lembaga agar dikelola secara lebih sehat, dari aspek pembinaan, pelatihan, hingga penguatan ekonomi,” ujar moderator.
Ia juga mengajak para peserta untuk merefleksikan sejauh mana kontribusi nyata mereka terhadap madrasah dan lembaga di tingkat kabupaten dan kecamatan. “Kita harus terus menjadi pelayan yang hadir dan bermanfaat bagi lembaga-lembaga binaan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas dan Kelembagaan LMY, H. Halim Sidqy, S.Psi., menyampaikan sembilan isu strategis yang dibahas dalam Rakernas. Antara lain, perizinan operasional, petunjuk teknis pembentukan LMY baru, distribusi kitab untuk mencegah pembajakan, penguatan website dan media informasi, kunjungan pusat ke daerah, hingga penyusunan standar kelulusan bagi santri dan pengajar.
Ia menambahkan, pengembangan sistem komunikasi digital menjadi kebutuhan penting agar informasi dari pusat ke daerah bisa lebih cepat, tepat, dan merata.
“Media informasi harus menjadi penguat, bukan sekadar pelengkap,” ungkap Halim, Sabtu (12/7/2025).
Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, stadium general oleh KH M. Ulil Albab Arwani, halaqah kubro, dan halaqah sughro berdasarkan pembagian komisi. Setelahnya, peserta mengikuti sidang pleno dan komisi sebelum ditutup melalui closing ceremony.
Rakernas LMY 2025 dilaksanakan pada Sabtu, (12/7/2025), bertempat di Pondok Pesantren/SMK Shirotul Fuqoha’ 2, Kalipare, Kabupaten Malang. (yog/ian)






