Surabaya (beritajatim.com) – Memetakan kompetensi siswa lintas jenjang melalui LKS Dikmen Jatim 2026 menjadi instrumen strategis untuk menjaring talenta unggul di Jawa Timur (Jatim).
Ajang ini mempertemukan siswa SMK, SMA, hingga Madrasah Aliyah (MA) dalam satu wadah kompetisi. Langkah tersebut memperluas ruang bagi seluruh pelajar untuk menunjukkan keahlian teknis mereka.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya seleksi ini untuk mengukur kualitas pendidikan. Ia menyebut integrasi berbagai jenjang sekolah memberikan dampak positif pada ekosistem pendidikan.
“LKS ini penting untuk kita bisa melakukan seleksi dari kompetensi anak-anak siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur,” kata Khofifah di SMKN 12 Surabaya dikutip Jumat (10/4/2026).
Mantan Menteri Sosial ini mengusulkan agar pelibatan SMA dan Aliyah juga dilakukan pada tingkat nasional. Hal itu untuk memberikan panggung kompetisi yang lebih luas bagi siswa berprestasi.
“Pelibatan SMA dan Aliyah di tingkat nasional akan memberi ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kompetensinya,” jelas Khofifah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan perubahan nama menjadi LKS Dikmen sejak tahun lalu. Inovasi ini mengakomodasi siswa non-vokasi yang memiliki keahlian khusus.
“Tahun 2025 kemarin LKS itu bukan sebutannya LKS SMK, tapi LKS Dikmen. Artinya yang mengikuti itu bukan murid-murid SMK saja,” ungkap Aries.
Aries menambahkan bahwa pemenang peringkat terbaik mendapatkan akses langsung ke dunia kerja. Industri memantau proses perlombaan untuk merekrut tenaga kerja potensial secara otomatis.
“Begitu mereka lolos di LKS, bahkan bisa berperingkat terbaik, mereka itu langsung otomatis bisa masuk di industri itu,” tutur Aries.
Selain kompetisi, Khofifah meresmikan rehabilitasi sarana bagi 50 sekolah di Surabaya dan Sidoarjo. Fasilitas ini diperbarui untuk menunjang kebutuhan praktik kerja siswa agar lebih modern.
Sebanyak 56 bidang lomba dikompetisikan untuk menguji ketangguhan fisik dan mental peserta. Juara pertama akan mengikuti pusat pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi kompetisi level nasional. [ipl/kun]






