Liverpool (beritajatim.com) – Krisis Liverpool FC belum ada tanda-tanda bakal berakhir dalam waktu dekat. Alih-alih mereda. Krisis The Reds kian parah. Terbaru, LFC kalah telak 0-3 dari Crystal Palace Kamis dini hari (30/10/2025) pada 16 besar Piala Liga.
Ismaila Sarr memborong dua gol Palace (41′ dan 45′). Satu gol lainnya disumbang oleh Yeremy Pino (88′).
Ini jadi kekalahan pertama bagi LFC di ajang piala domestik dengan nirgol sejak 1933 alias 92 tahun silam. Kala itu, mereka dikalahkan Bolton Wanderers juga dengan skor 0-3 tetapi di Piala FA.
Kekalahan 0-3 dari Palace bukan sekadar mengubur salah satu kans LFC meraih trofi. Melainkan juga laga dimainkan di kandang, Anfield. Semakin memalukan lantaran tim asuhan Arne Slot itu selalu kalah dalam tiga pertemuan dengan Palace musim ini.
Yang pertama terjadi di Community Shield (10/8/2025). Kala itu, LFC keok di adu penalti 2-3. Kekalahan selanjutnya terjadi di Premier League (27/9/2025) dengan skor 1-2.
Kekalahan 1-2 dari Palace itu sekaligus jadi pembuka tren buruk LFC. agaimana tidak. Setelah laga itu, total LFC menelan 6 kekalahan dari 7 laga terakhir mereka.
Performa payah LFC juga berimbas ke posisi mereka yang tersendat di peringkat ketujuh. Antiklimaks bagi LFC yang berstatus juara bertahan Premier League.
“Banyak faktor kami bisa menelan 6 kekalahan dari 7 laga. Salah satunya jadwal pertandingan yang mepet dengan 3 laga dalam 7 hari,” ujar tactician LFC Arne Slot kepada The Guardian.
Salah satu penyebab kekalahan memalukan dari Palace adalah pemilihan pemain yang dilakukan Slot. Alih-alih tampil dengan kekuatan penuh, dia malah melakukan rotasi. Tidak tanggung-tanggung. Dari 11 starter, hanya Milos Kerkez dan Alexis Mac Allister sebagai pemain utama yang diturunkan. Bahkan, tidak ada nama-nama seperti Virgil van Dij, Mohamed Salah, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike di bangku cadangan.
Yang dilakukan Slot cukup mengherankan. Sebab, dengan susunan pemain lebih baik di dua pertemuan sebelumnya kontra Palace, LFC juga kalah. Apalagi sekarang menggunakan skuad cadangan.
“Kami tampil luar biasa. Ini tidak biasa terjadi ketika Anda menghadapi tim juara bertahan sebanyak 3 kali dalam 3 bulan dan memenangi semuanya,” papar tactician Palace Oliver Glasner. (dio)






