London (beritajatim.com) – Sebulan terakhir benar-benar jadi saat terburuk Liverpool FC. Bagaimana tidak. Dari target quadruple, kini hanya tersisa kans juara di Liga Premier. Terbaru, LFC dikalahkan Newcastle United 1-2 pada final Piala Liga dini hari tadi.
The Magpies bahkan unggul dua gol lebih dulu via gol Dan Burn beberapa saat jelang turun minum dan Alexander Isak pada menit ke-53. Satu gol LFC baru tercipta pada injury time babak kedua melalui Federico Chiesa.
Kekalahan tersebut membuat The Reds kehilangan dua gelar hanya dalam lima hari. Sebelum final Piala Liga, LFC kalah 1-4 via adu penalti melawan Paris Saint-Germain pada second leg 16 besar Liga Champions (12/3). Kegagalan LFC quadruple dimulai ketika dikalahkan Plymouth Argyle 0-1 di putaran keempat Piala FA (9/2).
“Newcastle bermain dengan spirit lebih baik dari kami. Mereka layak menang,” papar tactician LFC Arne Slot kepada BBC.
Alhasil, kini LFC hanya berharap juara di Premier League. Hingga matchweek ke-29, mereka unggul 12 poin dari runner-up Arsenal (70 poin dibanding 58 poin).
Tetapi, keunggulan tersebut juga bukan garansi LFC bakal mulus melaju hingga juara. Sebab, di sisa 9 matchweek mereka masih harus meladeni derbi vs Everton (3/4/2025), Tottenham Hotspur (27/4/2025), Chelsea (3/5/2025), dan “final” melawan Arsenal (10/5/2025). Jika mental tanding belum kembali seperti sebelum kekalahan dari Plymouth, bukan tidak mungkin LFC bakal nirgelar di akhir musim. [dio/beq]






