Jember (beritajatim.com) – Kondisi Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini kelebihan penghuni atau klien dan kekurangan petugas.
Dengan kapasitas huni 33 klien, saat ini jumlah klien Liposos Jember sudah 50 orang. Mereka terdiri atas orang dengan gangguan jiwa, warga lanjut usia, dan gelandangan atau orang telantar.
Sementara itu jumlah petugas yang menangani hanya sepuluh orang. “Paling tidak idealnya 25 orang tenaga,” kata Kepala Dinas Sosial Jember Akhmad Helmi Luqman, Jumat (9/1/2026).
Helmi akan meminta tambahan personel dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember. Sementara untuk tenaga kebersihan dan juru masak, Dinsos Jember akan merekrut tenaga alihdaya (outsoucring).
“Selain orang dengan gangguan jiwa, lansia yang dalam kondisi sakit membutuhkan penanganan khusus. Mereka yang tidak bisa mandi atau makan sendiri ditangani teman-teman, untuk memandikan, memasangkan baju, atau memberikan terapi. Tidak hanya terapi fisik, tapi juga terapi terapi mental,” kata Helmi.
Klien orang dengan gangguan jiwa sering melarikan diri. “Banyak yang menjebol teralis,” kata Helmi.
Kini Dinsos Jember memiliki 12 kamar tambahan yang lebih kuat untuk orang dengan gangguan jiwa. Rencananya ke depan, Dinsos Jember akan membangun shelter atau tempat lindung untuk perempuan dan anak, warga lanjur usia, dan warga telantar. “Tempatnya juga tidak digabung akan dibedakan dan dibatasi tembok,” kata Helmi. [wir]






