Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang Indah Amperawati menutup operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Oda Masa Depan Utama, Kamis (5/3/2026).
Penutupan dilakukan lantaran dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Labruk Lor, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, tersebut mencemari lingkungan sekitarnya.
Indah mengatakan, pihaknya menerima aduan dari warga bahwa limbah SPPG mengeluarkan bau tak sedap, bahkan sampai mencemari air sumur.
Saat itu, ditemukan bahwa pengelolaan limbah dari dapur tidak memenuhi standar yang harusnya dimiliki SPPG.
“Ada keluhan warga kira-kira satu bulan yang lalu, bahwa airnya bau limbah. Nah, akhirnya kami menurunkan tim Satgas untuk ngecek, dan ternyata memang pengolahan limbahnya tidak sesuai dengan standar,” terang Indah, Kamis (5/3/2026).
Sebelumnya, pihak SPPG sudah diberikan arahan agar segera melakukan pembenahan terkait pengelolaan limbah. Namun proses perbaikan masih belum dilakukan.
Sehingga, Pemkab Lumajang terpaksa melakukan penutupan operasional dapur mulai, Senin (9/3/2026).
“Sudah diberikan saran-saran dan ternyata tidak dilakukan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh tim. Dilakukan pembenahan tetapi itu juga tidak sesuai dengan standar dan warga masih mengeluh,” tambahnya.
Indah menyebut, kualitas limbah yang dibuang dapur masih memiliki kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang sangat tinggi.
Hal itu membuat limbah cukup berbahaya jika langsung dibuang dan dapat mencemari lingkungan.
“Tadi sudah saya jelaskan juga kualitas limbahnya, COD sama BOD-nya ya, masih tinggi. Artinya masih berbahaya,” ucapnya.
Indah menegaskan, dapur MBG milik Yayasan Oda Masa Depan Utama akan ditutup sampai pengelolaan limbahnya selesai dibenahi.
“Sampai dia ada tindakan melakukan yang sudah kami sampaikan. Bisa langsung berkonsultasi kepada Dinas PU atau Dinas Pemukiman atau DLH untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pengolahan limbah,” ungkap Indah. (has/ted)






