Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro belakangan ini terus melakukan pembangunan infrastruktur. APBD Bojonegoro yang masuk 10 besar secara nasional ini memicu pembangunan besar-besaran. Ada yang unik dari nama-nama program yang lahir itu, adalah identik dengan nama buana.
Beberapa program yang ditelurkan dimasa kepemimpinan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, sedikitnya ada lima program baik infrastruktur maupun nama yang identik dengan nama buana. Jika dirunut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, buana memiliki arti dunia, jagad, benua.
Lima program yang diberi nama buana yang pertama adalah Adibuana. Program tersebut diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro untuk pembinaan segi lingkungan hidup pada tahun 2022. Adibuana merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan penghargaan dan penilaian pengelolaan lingkungan mulai dari tingkat RT, Desa/Kelurahan maupun kecamatan.
Kedua, Kebun Bunga Mawar Buana Indah. Kebun itu masuk progam Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro yang diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan holtikultura. Kebun Bunga Mawar Buana Indah dilaunching pada Kamis (8/9/2022) oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah di Balai Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo.
“Florikultur dapat menjadi alternatif untuk pengembangan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Helmi Elisabeth dalam kesempatannya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Bojonegoro”]
Ketiga, Buana Lestari. Buana Lestari adalah nama Pasar Burung yang diresmikan bupati pada 27 Oktober 2022 lalu. Pasar burung itu dibangun di atas lahan bekas pasar hewan di Kelurahan Banjarejo. Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan yang akan mengelola pasar dengan jumlah kios 29 kios.
Keempat Tirta Buana. Tirta Buana ini dijadikan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro pada Desember 2022, rapat pansus menyetujui raperda penyertaan modal untuk perusahaan daerah tersebut senilai Rp10 miliar dari APBD Bojonegoro.
Kelima, Tribuana Tungga Dewi. Tribuana Tungga Dewi ini dijadikan nama ruang rapat di kompleks bangunan gedung Pemkab Bojonegoro lama. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio saat dikonfirmasi soal penamaan ruang itu hanya dilemparkan ke Bagian Umum.
Saat dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Bojonegoro Djuana Poerwiyanto tidak menanggapi pertanyaan tentang penamaan ruangan tersebut. [lus/beq]






