Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 5 desa di Kabupaten Ponorogo akhirnya memiliki nahkoda baru. Beberapa waktu yang lalu, Bupati Sugiri Sancoko resmi melantik 5 Kepala Desa Antar Waktu (KDAW). Alasan pelantikan KDAW ini, untuk mengisi kekosongan jabatan akibat pengunduran diri dan wafatnya kepala desa sebelumnya.
Lima desa yang kini dipimpin KDAW itu adalah Desa Bekare dan Desa Tegalrejo di Kecamatan Bungkal, Desa Wotan di Kecamatan Pulung, serta Desa Glinggang dan Karangwaluh di Kecamatan Sampung. Para KDAW ini, masa jabatannya bervariasi, dari satu hingga dua tahun ke depan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ponorogo, Toni Sumarsono, menjelaskan bahwa pengisian jabatan dilakukan karena kekosongan telah berlangsung lebih dari setahun. Langkah ini penting agar roda pemerintahan desa tetap berjalan dan tak menghambat agenda strategis.
“KDAW dipilih lewat musyawarah desa. Masa jabatannya menyesuaikan sisa periode, ada yang sampai September 2026, dan ada yang sampai Juni 2027,” kata Toni, ditulis Jumat (4/7/2025).
Lebih jauh, Toni menekankan bahwa keberadaan KDAW bukan sekadar pengisi kekosongan, melainkan bagian dari strategi menjaga kesinambungan program pembangunan desa. Termasuk revitalisasi BUMDes dan penguatan koperasi desa merah putih.
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko memberikan amanat khusus kepada para KDAW ini. Orang nomor satu di Bumi Reog ini, menekankan bahwa posisi kepala desa harus dijalani dengan tanggung jawab penuh. Dengan kepemimpinan baru, pemerintah berharap desa-desa tersebut mampu menjawab tantangan dengan solusi nyata. Selaim itu juga menjadi menjadi motor penggerak utama pembangunan berkelanjutan dari akar rumput.
“Kalau problem desa bisa dituntaskan dari dalam, maka persoalan di tingkat kabupaten akan jauh lebih ringan. Desa harus tangguh, itu kuncinya,” pungkas Kang Giri. (end/but)






