Jember (beritajatim.com) – Pertandingan sepak bola Liga Santri Piala Kasad untuk Regional Korem 0823/Baladhika Jaya Malang untuk Grup B dan D mulai digelar di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, pekan ini. Namun dua tim pesantren yang mewakili tuan rumah tumbang.
Tim Pondok Pesantren Nahdlatul Arifin dikalahkan Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi 0-2, Jumat (29/7/2022). Sementara, Ponpes Nurul Anwar yang bertanding pada hari yang sama dibekuk Ponpes Nurul Ikhsan Lumajang 1-0. Pertandingan lain yang digelar, Kamis (28/7/2022), Minhajut Hulab menang 2-0 atas Darul Istiqomah.
Dua gol Darussalam ke gawang Nahdlatul Arifin dicetak Risky Arrayan pada menit 22 dan Muhammad Rizky Nasa pada menit 90+3. Wasit Cholison Abduh dari Gresik memberikan kartu kuning untuk pemain Nahdlatul Arifin Alfin Danu Malik pada menit 51 dan Reihan Saputra pada menit 55. Dua pemain Darussalam juga memperoleh kartu kuning yakni Sultan Satria Wiyoga pada menit 38 dan Riyan Dwi Firmansyah pada menit 55.
Pelatih Darussalam Susanto bersyukur timnya bisa menang. “Alhamdulillah, anak-anak bisa melaksanakan instruksi pelatih. Kami masih beradaptasi dengan cuaca. Banyuwangi dingin, di sini panas,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-santri-jember”]
Para pemain Darussalam diinstruksikan memainkan bola-bola pendek. “Untuk pertandingan selanjutnya, kami lihat lawan yang akan dihadapi. Strategi akan kami agak ubah sedikit. Mungkin kami akan mainkan 4-2-3-1, karena fisik kami terkuras. Tujuan kami satu: membawa Pondok Pesantren Darussalam Kalibaru ke jenjang yang lebih tinggi dan hingga tingkat nasional,” kata Susanto.
Sementara itu, dalam pertandingan lainnya, gol tunggal Nurul Ikhsan dicetak melalui titik putih penalti oleh Mohammad Dzulfikar Maliki pada menit 55. Nurul Anwar yang menjadi juara Jember kesulitan menyusul terutama setelah pemain bernama A. Sayituri harus keluar lapangan padsa menit 66 karena diganjar dua kartu kuning.
Dalam babak regional Korem ini, Notohadinegoro menjadi tuan rumah bagi pertandingan Grup B yang diikuti Pondok Pesantren Nahdlatul Arifin, Darussalam, dan Tanjung Rejo, dan Grup D yang diikuti Darul Istiqomah, Nurul Ikhsan, Nurul Anwar, dan Minhajut Hulab. [wir/suf]






