Jember (beritajatim.com) – Kompetisi sepak bola Liga 3 Jawa Timur akan mulai digelar September 2022. Namun klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Jember, Persid, justru mengganti posisi pelatih kepala dari Herrie Setyawan ke Slamet Sampurno.
Herrie resmi meninggalkan Persid sejak 1 Agustus 2022. Ini artinya dia adalah pelatih dengan masa jabatan tersingkat di Persid, yang pergi justru sebelum kompetisi berguilir. “Pemerintah Kabupaten Bandung tidak mengizinkannya cuti terlalu lama,” kata Manajer Persid dan Ketua Yayasan Wis Wayahe Jember Bangkit Rezky Pratama Hermansyah, ditulis Rabu (17/8/2022).
Herrie Setyawan adalah pelatih kelahiran Makassar, 8 Maret 1959. Sebagai bek kanan, ia pernah ikut membawa tim nasional Indonesia meraih medali emas dalam SEA Games 1991 di Manila. Sebelum menjadi pelatih, ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti Bandung Raya, Pelita Jaya, Persib Bandung, PKT Bontang, Persijap Jepara, PS Mojokerto Putra, PSB Bogor, Persma Manado, dan PSSA Asahan.
Herrie tercatat sebagai pelatih Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathon (PSHW) sebelum diminta menangan Persid. Saat itu Yayasan Wis Wayahe Jember Bangkit memilih Herrie karena faktor pengalaman.
[berita-terkait number=”3″ tag=”persid-jember”]
Setelah sempat menunjuk asisten pelatih Abdul Rahman menjadi carataker pelatih, posisi Herrie kini diganti mantan pelatih PSIL Lumajang dan tim sepak bola Lumajang pada Pekan Olahraga Provinsi Jatim, Slamet Sampurno.
“Kami memilih Slamet Sampurno karena sudah memegang lisensi B kepelatihan. Dia juga pelatih muda yang punya inisiatif. Lagipula semua opsi pelatih yang ada sudah memiliki tim, karena memang waktu kompetisi makin mepet,” kata Rezky.
Sampurno mulai melatih pada Senin (15/8/2022). Rezky tak memberikan target khusus, karena masa peralihan pelatih. “Untuk sementara mungkin bonding (menguatkan ikatan) dulu dengan teman-teman pemain. Berkenalan dan lain-lain. Kalau sudah padu, mungkin sudah bisa memulai semuanya,” kata Rezky.
Rezky menyadari Sampurno terkendala mepetnya waktu jelang kompetisi bergulir. “Tapi kalau coach Sampurno bisa beradaptasi, ya oke saja,” katanya. [wir/suf]






