Surabaya (beritajatim.com) – Muhammad Fawait alias Gus Fawait, Bendahara Gerindra Jatim sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim meraih penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Sholawat oleh PWI Kabupaten Jember dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2023 yang jatuh pada 9 Februari.
Sebagai Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN), Gus Fawait selama ini gencar menggelorakan sholawatan di berbagai titik di Jawa Timur. “Tahun 2022 saya diberi penghargaan tokoh muda inspiratif Jawa Timur dari PWI Jatim. Di awal 2023 ini diberi penghargaan tokoh penggerak sholawat oleh PWI Jember. Tentu ini sebuah vitamin, sebuah spirit bagi kami untuk berbuat sebaik mungkin untuk masyarakat Jatim, termasuk Jember,” kata Fawait kepada beritajatim.com, Sabtu (11/2/2023).
Melalui sholawat, ia yakin banyak hal baik bisa dicapai. Bahkan, dengan sholawat kemiskinan pun bisa dientas. “Sholawat menjadi salah satu yang bisa dilirik Pemprov Jatim untuk mengentaskan kemiskinan. Mayoritas penduduk miskin di desa dan juga banyak emak-emak yang di desa. Kalau ada sholawatan, maka mereka bisa berkumpul, tanpa kita minta. Mereka berkumpul dengan sendirinya karena dorongan hatinya akan kecintaan ke sholawat,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Gus-Fawait”]
“Nggak susah-susah ngumpulkan orang. Pemprov Jatim bisa masuk memberi pelatihan, treatment di situ. Kemiskinan di desa dan emak-emak, karena ada budaya emak-emak dilarang meninggalkan rumahnya. Lewat Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ketika mereka bisa kumpul, Pemprov Jatim bisa beri pelatihan ke dalam dengan harapan ibu rumah tangga yang produktif bisa menghasilkan produk UMKM yang dijual ke pasar,” imbuhnya.
Presiden LSN ini mengatakan, nantinya tugas legislator ialah menyiapkan wadah bagi UMKM tersebut bertemu dengan buyer. Dalam hal ini, Gus Fawait menyebut bisa melalui forum-forum misi dagang.
Bendahara GP Ansor Jatim ini juga menyebut sholawat bisa memajukan bangsa. Dengan orang tua yang mencintai sholawat, tentu bisa menciptakan karakter anak-anak soleh.
“Ini upaya untuk memajukan bangsa kita, selalu disampaikan madrasah utama untuk anak adalah ibunya. Kalau ibunya religius, maka akan anaknya religius. Saya yakin 5-10 tahun generasi kita semakin baik dan negara semakin maju menyambut bonus demografi 2045,” katanya.
“Kami membentuk komunitas laskar sholawat nusantara dengan sasaran emak-emak, karena kita ingin membantu menyiapkan generasi masa depan yang baik dengan cara emak-emak salawatan, supaya lebih religius,” lanjutnya.
Tak lupa ia menyampaikan apresiasi kepada awak media yang memberikan penghargaan kepada dirinya. “Ini apresiasi kawan-kawan media kepada anak-anak muda yang terjun dalam politik, organisasi karena keberhasilan perjuangan di sebuah negara tidak sedikit yang dilakukan anak muda. Sejarah bangsa ada juga sumpah pemuda, pemuda jangan pasif, kita harus lepas dari zona nyaman,” pungkasnya. (tok/kun)






