Jember (beritajatim.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan makna demokrasi dan kebebasan berpendapat, menyusul dilaporkannya Sutrisno, wartawan media daring Kliktimes.com, ke polisi oleh Ningwar, pendukung Calon Bupati Muhammad Fawait.
“Kami kader-kader PMII berada di belakang Mas Tris. Kami ingin demokrasi terbuka untuk kebebasan berpendapat dan menyampaikan hal-hal yang bersifat informasi publik,” kata Ketua PMII Jember Ahmad Fathu Fikron Mustofa, Kamis (5/9/2024).
Sutrisno dilaporkan Ningwar, pendukung calon bupati Muhammad Fawait, ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, karena mengunggah ulang video soal dugaan potongan dana bantuan sosial ke grup WhatsApp Paguyuban Jember. Ningwar menganggap unggahan tersebut memfitnah Fawait.
Sebenarnya video yang diunggah itu bukan pernyataan atau buatan Sutrisno sendiri. Dia hanya mengunggah video wawancara M. Sholeh, seorang aktivis dan pengacara Surabaya, dengan seorang warga Kecamatan Tempurejo, Jember.
Sutrisno memberikan keterangan (caption) dalam unggahannya itu: ‘Warga asal Tempurejo, Jember, meminta advokasi ke Cak Sholeh karena menjadi korban pemotongan bansos 50 persen dari yang diajukan melalui anggota DPRD Jatim berinisial GF. Silakan siapa lagi korban-korban lain yang mau membuat pengakuan dan mencari advokasi’.
“Idealnya, dalam momentum pesta demokrasi daerah ini, masyarakat menanggapi ini sebagai pertarungan ide dan gagasan untuk kemudian sama-sama saling memajukan Kabupaten Jember. Kami yakin masing-masing calon juga mempunya niat baik untuk memajukan Kabupaten Jember,” kata Fikron.
Kebebasan berpendapat dan melontarkan kritik keras tanpa adanya ancaman kriminalisasi sudah dirasakan PMII selama masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto. “Selama ini PMII sebagai mitra kritisi pemerintah daerah setiap kami menyuarakan aspirasi tidak pernah dilaporkan, karena menyampaikan pendapat di khalayak umum dilindungi secara hukum,” kata Fikron.
Bahkan saat terjadi aksi unjuk rasa yang keras pun tak ada satu pun aktivis PMII yang dilaporkan ke polisi oleh Pemkab Jember. “Siapapun yang memimpin Kabupaten Jember, kami berharap, aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih terpinggirkan, menjadi perhatian secara khusus, karena Jember memiliki banyak potensi yang sama-sama bisa dikelola oleh masyarakat secara luas,” kata Fikron. [wir]






