Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial dan Tim Penggerak PKK menggelar lomba film dokumenter Cipta, Inspirasi, Cita dan Asa (CICA).
Event ini diikuti oleh puluhan sineas lokal yang mengisahkan perjuangan disabilitas sebagai inspirasi dalam karyanya.
Ajang tersebut juga menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas untuk mewujudkan wilayah inklusif.

Hal ini ditunjukkan dalam film-film dokumenter yang dilombakan. Pada setiap film tersebut, ditampilkan puluhan difabel yang berjuang untuk bertahan hidup dan berkarya dengan kelebihannya masing-masing.
Dengan semangat talenta yang ada dalam film dokumenter tersebut, Mas Dhito berpesan kepada difabel untuk tidak berkecil hati dengan keterbatasan yang dimiliki.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kabupaten-Kediri”]
“Di setiap satu kekurangan, pasti Tuhan akan memberikan 10 kelebihan lainnya,” tutur bupati muda berkacamata tersebut.

Adapun juara 2 dan 3 dimenangkan oleh Aderay Putra Perdana dan Rizqi Taufiqi Tsani. Sedangkan Sineas Edi Irawan dan Adam Mahardika masing-masing dinobatkan sebagai sineas favorit 1 dan 2 dalam ajang tersebut.
Terpisah, Juara 3 Film Dokumenter CICA, Rizqi Taufiqi Tsani mengaku senang mendapatkan penghargaan di ajang tersebut. Terlebih, dalam proses pembuatannya, pria asal Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung ini dapat memetik pelajaran dengan melihat bagaimana kaum difabel berjuang bertahan hidup.

Rizqi berharap dengan diawalinya lomba film semacam ini dapat menumbuhkan sineas di Kabupaten Kediri untuk berkarya di Bumi Panjalu. Menurutnya selama ini banyak sineas asli Kabupaten Kediri yang memilih berkarya di luar daerah.
“Harapannya Mas Dhito lebih memberikan film maker dan sineas di Kediri, karena banyak sineas memilih berkarya di luar Kediri,” pungkasnya. [nm/beq]






