Gresik (beritajatim.com) – Peneliti sekaligus pegiat lingkungan asal Gresik, Daru Setyorini, meraih penghargaan internasional 2026 Shen Kuo Science Communication Award – Global Water Science Education Award di Ningbo, China. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi pendekatan sains warga (citizen science) dalam memantau kesehatan sungai melalui metode Biotilik dan program River Detectives.
Daru berhasil membawa organisasi Brantas River Waterkeeper meraih pengakuan internasional berkat upayanya melibatkan anak muda, pelajar, kelompok perempuan, dan masyarakat lokal dalam pemantauan kondisi sungai. Gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada pengamatan pencemaran mikroplastik, tetapi juga penilaian kesehatan ekosistem perairan menggunakan indikator biologi.
Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Hao Xin, Vice President sekaligus Executive Director Zhejiang Provincial Federation for Science Popularization, dalam rangkaian Sci2U Science Communication Conference di Ningbo Science Exploration Centre – Guo’an Hall 3F, Ningbo, China, Selasa (27/10/2026).
Dalam proses penilaian yang melibatkan Waterkeeper Alliance dan dewan juri internasional, Brantas River Waterkeeper memperoleh lima dari lima suara penilai atau unanimous. Raihan tersebut menjadi skor tertinggi di antara enam organisasi dari berbagai negara yang masuk nominasi.
“Brantas River Waterkeeper / ECOTON terpilih sebagai salah satu dari dua penerima 2026 Shen Kuo Science Communication Award – Global Water Science Education Award dengan memperoleh lima dari lima suara penilai, jumlah suara tertinggi di antara enam organisasi terpilih,” ungkap Hao Xin melalui keterangan tertulisnya.
Hao Xin secara khusus mengapresiasi efektivitas program River Detectives dan metode pemantauan kesehatan sungai berbasis makroinvertebrata atau Biotilik yang diterapkan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan kawasan Gresik, Jawa Timur.
Menurut dia, keterlibatan pelajar, perempuan, dan masyarakat lokal dalam mengamati kondisi sungai, mengumpulkan bukti ilmiah, serta mengidentifikasi sumber pencemaran menjadi kekuatan utama program tersebut. Hasil pemantauan kemudian diterjemahkan menjadi advokasi publik dan aksi lingkungan secara langsung.
“Upaya Anda dalam melibatkan pelajar, perempuan, dan masyarakat lokal untuk mengamati kesehatan sungai, mengumpulkan bukti ilmiah, mengidentifikasi pencemaran, hingga menerjemahkannya menjadi advokasi publik serta aksi lingkungan secara langsung terbukti berhasil menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di tengah masyarakat. Pekerjaan Anda menunjukkan dengan sangat jelas bagaimana pendidikan sains dapat bergerak melampaui ruang kelas dan berkontribusi terhadap perbaikan nyata tata kelola sumber daya air,” puji Hao Xin.
Direktur Eksekutif ECOTON sekaligus Ketua Brantas River Waterkeeper, Daru Setyorini, menyambut penghargaan tersebut sebagai pengakuan terhadap kerja kolektif masyarakat yang selama ini terlibat dalam menjaga kelestarian sungai.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi seluruh elemen masyarakat, relawan, pelajar, dan perempuan di sepanjang aliran Sungai Brantas yang secara konsisten merawat sungai melalui aksi sains warga (citizen science),” ujar Daru.
Daru menjelaskan, Biotilik merupakan pendekatan sains warga yang memanfaatkan serangga air dan biota sungai tidak bertulang belakang sebagai indikator untuk mendeteksi kesehatan sungai. Melalui metode tersebut, masyarakat dapat mengamati kondisi ekosistem perairan berdasarkan jenis dan keberadaan organisme yang hidup di dalamnya.
Pendekatan ini memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam pemantauan lingkungan dengan menggunakan indikator biologis. Dengan demikian, pengawasan kesehatan sungai tidak hanya bergantung pada pengujian parameter kualitas air di laboratorium, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengamatan organisme yang hidup di sungai.
Daru menambahkan, melalui River Detectives dan Biotilik, masyarakat didorong memiliki kesadaran kritis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dari ancaman pencemaran mikroplastik dan limbah industri.
“Masyarakat kita ajak mengamati kesehatan air menggunakan indikator makroinvertebrata, mengumpulkan bukti ilmiah, mengidentifikasi sumber pencemaran, hingga menerjemahkannya menjadi advokasi publik dan aksi pemulihan sungai secara langsung,” pungkas Daru.
Shen Kuo Science Communication Award diselenggarakan oleh Zhejiang Shen Kuo Science Communication Foundation bersama Zhejiang Provincial Federation for Science Popularization. Penghargaan ini diberikan kepada individu maupun tim yang dinilai berhasil menjadikan sains lebih inklusif, komunikatif, dan transformatif melalui inovasi metodologi serta pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Sesi penganugerahan penghargaan tersebut turut dihadiri peneliti, aktivis lingkungan, serta pengelola museum dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Melalui penghargaan ini, gerakan pemantauan sungai berbasis masyarakat yang dikembangkan Daru bersama Brantas River Waterkeeper di Gresik dan sepanjang DAS Brantas diharapkan semakin meluas. Inisiatif tersebut juga menjadi upaya mendorong masyarakat berperan aktif dalam menghasilkan bukti ilmiah, mengidentifikasi pencemaran, dan memperjuangkan pemulihan ekosistem perairan. [beq]






