Ringkasan Berita:
- Lemhannas RI memuji Jawa Timur sebagai role model nasional dalam penguatan SDM dan ketahanan pangan.
- Khofifah menegaskan sinergi seluruh elemen menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan Jatim.
- Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen, tertinggi di Pulau Jawa.
- Jawa Timur menjadi lumbung pangan nasional sekaligus pemimpin sektor pendidikan berbasis prestasi.
Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily memuji keberhasilan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai role model nasional dalam penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Ace Hasan saat menghadiri kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.
Menurut Ace Hasan, Jawa Timur telah menunjukkan strategi pembangunan yang komprehensif dalam menyiapkan generasi muda unggul sekaligus memperkuat fondasi ketahanan nasional melalui sektor pangan.
“Saya senang Jatim di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur terus mendorong kualitas sumber daya manusia. Karena hari ini yang akan menentukan kualitas Indonesia tahun 2045 adalah bagaimana kita membangun generasi muda saat ini,” ungkapnya.
Selain pembangunan SDM, Ace Hasan juga menilai ketahanan pangan Jawa Timur menjadi bagian strategis dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman krisis pangan global.
“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan seluruh capaian pembangunan Jawa Timur lahir dari kolaborasi kuat berbagai pihak.
“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan pesantren menjadi kekuatan penting pembangunan Jatim,” ujarnya.
Khofifah memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa sekaligus melampaui capaian nasional.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di triwulan pertama, year on year, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur,” terangnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, dan berbagai sektor strategis lainnya.
Dalam bidang pendidikan, Jawa Timur juga mencatat prestasi nasional dengan tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.
Pada SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, tertinggi secara nasional.
“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita sehingga tujuh tahun berturut-turut siswa SMA, SMK dan Aliyah Jawa Timur tertinggi diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes,” kata Khofifah.
Untuk memperkuat kualitas SDM, Pemprov Jawa Timur menjalankan berbagai program strategis seperti revitalisasi SMK, sekolah double track, boarding school, bantuan pendidikan bagi keluarga prasejahtera, hingga program beasiswa nasional dan internasional.
Di sektor pangan, Jawa Timur semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional.
“Kalau Pak Presiden Prabowo mencanangkan ketahanan pangan, maka lumbung pangannya ada di Jawa Timur. Bahkan sekarang kita bergerak menuju kedaulatan pangan berkelanjutan,” tegas Khofifah.
Data 2025 menunjukkan produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton, tertinggi nasional, dengan produksi beras sebesar 6,03 juta ton. Jawa Timur juga memimpin produksi nasional di sektor daging sapi, susu sapi, dan telur ayam ras.
“Banyak negara mengalami krisis pangan. Alhamdulillah Indonesia tetap kuat dan Jawa Timur menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. [tok/beq]






