Banyuwangi (beritajatim.com) – Mudik Lebaran 2025 kali ini akan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, sehingga akses penyeberangan Gilimanuk-Ketapang akan ditutup sementara.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, dalam kunjungannya ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu (23/2/2025), mengumumkan bahwa pada 29 Maret 2025, ASDP tidak melayani penyeberangan maupun penjualan tiket.
“Mudik Lebaran kali ini cukup spesial karena berhimpitan dengan Hari Raya Nyepi,” ujar Heru.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang menjalankan Nyepi, ASDP meminta pemudik untuk menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terhambat.
Jika sudah terlanjur memesan tiket, pemudik diminta mengganti tanggal keberangkatan, karena penutupan layanan akan berlangsung pada Sabtu (29/3/2025) pukul 05.59 WITA hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 WITA.
“Masyarakat yang hendak keluar atau masuk Bali pada tanggal itu diharapkan mengatur ulang jadwal perjalanan,” tambah Heru.
Dengan sistem pemesanan tiket ferry melalui aplikasi Ferizy, pemudik dapat merencanakan perjalanan lebih awal, karena tiket tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin, memperkirakan akan terjadi peningkatan volume kendaraan hingga 18% selama masa mudik Lebaran dan libur Nyepi.
Pada tahun 2024, tercatat 842.221 kendaraan melintasi Jawa Timur selama periode mudik dan liburan.
“Kami memprediksi akan terjadi crossing atau persilangan arus mudik, baik masyarakat yang keluar dari Jawa Timur maupun yang menjadikan provinsi ini sebagai destinasi liburan,” pungkas Kombes Pol Komarudin.
Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kendala saat arus mudik dan libur Nyepi. [alr/beq]






