Jombang (beritajatim.com) – Suasana hangat menyelimuti ruang-ruang pelayanan RSUD Kabupaten Jombang pada Kamis (22/5/2025) pagi. Hari itu, rumah sakit kebanggaan warga Jombang mendapat kunjungan istimewa dari rombongan DPRD Kabupaten Jombang yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD, Octadella Bilytha Permatasari.
Kunjungan kerja yang berlangsung hangat dan dialogis itu bukan sekadar seremoni. Komisi D DPRD Kabupaten Jombang hadir dengan semangat memantau langsung mutu pelayanan kesehatan di daerah mereka. Di balik monitoring yang dilakukan, tersimpan tekad besar untuk mendorong RSUD Jombang tampil sebagai rumah sakit yang lebih maju dan berorientasi pada kemanusiaan.
Direktur RSUD Jombang Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes, atau yang akrab disapa dr Eyik, memimpin langsung hospital tour bersama para legislator. Beberapa titik yang dipantau antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang pendaftaran poli, ruang HCU Abimanyu, instalasi bedah sentral, hingga ruang Yudistira yang tengah bersiap menerapkan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Namun perhatian utama rombongan DPRD tertuju pada PUSPITA—Pusat Pelayanan Pasien Terpadu—yang kini sedang dalam tahap penyempurnaan. “Ini salah satu inovasi terbaru kami,” ujar dr Eyik dengan antusias. Ia menambahkan bahwa RSUD Jombang terus berbenah dan menghadirkan layanan yang menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini.
Tak hanya PUSPITA, RSUD Jombang saat ini telah melahirkan tak kurang dari 20 inovasi layanan kesehatan. Nama-nama seperti Si Imut, Papa Rasa, Jogkatrok, hingga Mbah Nik Jadi Cozyme adalah representasi dari pendekatan kreatif rumah sakit dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
“Inovasi bukan hanya soal teknologi, tapi solusi. Kami ingin semua layanan lebih mudah, cepat, dan berorientasi pada kenyamanan pasien,” tutur dr Eyik di hadapan para legislator.
Inovasi-inovasi tersebut mencakup Sidak, Pre dan Inter Hospital, Sikonde, Biskuit Reprona, Cabi, Dedikasi, Humas Menyapa, Jogkatrok, Ke Berlin, Mbah Nik Jadi Cozyme, Obat-E Sipeno, Panda Menari Remik, Si Panda, Papa Rasa, Si Imut, Si Nasi, Sikozion, Terdepan, dan Si Kawan. Masing-masing dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan memperbaiki mutu layanan.

Menurut dr Eyik, pihak RSUD Jombang juga sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. “Karena pelayanan publik tak bisa stagnan. Harus dinamis dan adaptif,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah inovatif yang terus digelorakan, RSUD Jombang menegaskan satu hal penting: bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan medis, melainkan bentuk nyata keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.
Di tangan para inovator layanan seperti dr Eyik dan timnya, masa depan pelayanan kesehatan di Jombang terlihat semakin cerah dan menjanjikan. [suf/adv]






