Banyuwangi (beritajatim.com)— Periode libur panjang akhir pekan kerap diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, termasuk pada layanan penyeberangan antarpulau.
Pada momen libur panjang akhir pekan sekaligus isra Miraj 2026, mobilitas di lintasan utama penyeberangan nasional tetap berjalan dalam ritme yang terjaga.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan selama libur panjang akhir pekan ini berlangsung lancar dan terkendali. Mobilisasi penumpang dan kendaraan terpantau stabil, dengan pengelolaan operasional yang responsif di berbagai lintasan strategis.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, bahwa kelancaran tersebut bukan semata soal volume, melainkan hasil dari konsistensi perusahaan menjaga standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Di setiap momentum libur panjang akhir pekan, fokus kami selalu sama. Memastikan armada siap beroperasi, petugas siaga di lapangan, serta fasilitas pelabuhan berfungsi optimal. Di saat yang sama, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami perkuat agar arus penyeberangan tetap terkendali,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, di lintasan Ketapang–Gilimanuk, yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, tercatat 59.501 penumpang dan 17.571 unit kendaraan, didominasi truk logistik sebanyak 5.905 unit serta kendaraan roda dua 5.767 unit.
Sementara itu, arus balik Gilimanuk–Ketapang mencapai 61.615 penumpang dan 17.029 unit kendaraan, dengan truk logistik 5.549 unit dan kendaraan roda dua sebanyak 5.508 unit.
“Seluruh lintasan tersebut terpantau dalam kondisi ramai namun tetap lancar,” jelasnya.






