Malang (beritajatim.com) – Isu rendahnya minat baca di kalangan remaja menjadi tantangan besar di era digital. Merespons hal tersebut, Sobat Perpustakaan SMP Brawijaya Smart School (BSS) melakukan langkah konkret dengan menggelar kunjungan literasi ke Rumah Baca Cerdas (RBC) Malang pada Rabu (17/12/2025).
Kegiatan ini sebagai upaya studi banding untuk membedah tata kelola perpustakaan modern yang relevan dengan gaya hidup siswa masa kini. Sebanyak 15 siswa terpilih dari kelas VIII dan IX diberangkatkan menggunakan fasilitas sekolah, didampingi oleh koordinator literasi Fadilah Hardini, Rahma Dwi Kusuma Wati, Nurul Laili Rohmatin, serta pustakawan Tri Wahyuni.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana RBC mengelola koleksi buku dan menciptakan atmosfer belajar yang nyaman. Hasil dari pengamatan ini nantinya akan diproyeksikan sebagai bahan pengembangan dan pembenahan perpustakaan di lingkungan SMP BSS.
Tri Wahyuni, S.Th., selaku pustakawan SMP BSS, menjelaskan bahwa pemilihan RBC sebagai lokasi kunjungan didasari oleh nilai historis dan inovasi tempat tersebut dalam mengemas budaya literasi.
“RBC sarat dengan nilai perjuangan dalam mewujudkan budaya literasi. Selain suasananya yang tenang untuk belajar, fasilitas kafetaria di sana membuat kegiatan membaca terasa lebih santai namun tetap bermakna. Semangat inilah yang ingin kami bawa ke sekolah,” ujar Tri Wahyuni.
Berlokasi di Ruko Permata Jingga, Mojolangu, Kota Malang, RBC menawarkan konsep dua lantai yang unik. Lantai pertama difungsikan sebagai working space, sementara lantai kedua menjadi area perpustakaan yang tenang. Konsep membaca sambil ngopi di RBC dinilai efektif dalam memikat minat siswa untuk betah berlama-lama dengan buku.
Selama tiga jam kunjungan, para siswa tidak hanya duduk diam. Di bawah arahan Kak Manda selaku Koordinator Program RBC, siswa mengikuti rangkaian kegiatan.
“Kami mengajak siswa mengenal asal-usul berdirinya RBC. Kemudian, menikmati koleksi buku sembari mencicipi hidangan kafetaria. Dilanjutkan dengan pembuatan konten vlog berkelompok yang mengulas keunikan fasilitas RBC,” ujar Kak Manda.
Pembuatan vlog ini menjadi poin penting dalam kunjungan ini. Literasi kini tidak lagi hanya dimaknai sebagai kegiatan membaca teks, tetapi juga kemampuan memproses informasi dan mengomunikasikannya kembali melalui media digital yang kreatif.
Melalui kegiatan ini, Sobat Perpustakaan SMP BSS diharapkan mampu menjadi trendsetter literasi bagi rekan-rekan mereka di sekolah. Dengan memahami bahwa literasi bisa dilakukan secara menyenangkan, diharapkan para siswa dapat meningkatkan kemampuan analisis dan pengetahuan mereka secara menyeluruh.
“Kunjungan ditutup dengan sesi refleksi melalui tugas pembuatan konten yang lebih mendalam, sebagai bukti bahwa literasi di SMP BSS terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman,” kata Tri Wahyuni, menutup. (dan/kun)






