Kediri (beritajatim.com) – Tim Buser Polres Kediri berhasil meringkus tiga gembong curanmor yang malang melintang di wilayah Karesidenan Kediri. Namun karena berusaha melarikan diri, ketiganya terpaksa dihadiahi timah panas.
Ketiga pelaku M. Kholik (44) warga Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri Yuli Hadi (3) dan Suyanto (35) keduanya warga Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan 16 unit sepeda motor berbagai jenis dan kunci T, alat yang dipakai beraksi.
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pelaku merupakan anggota komplotan curanmor yang diincar petugas. Pasalnya, belakangan ini marak aksi pencurian sepeda motor yang dilaporkan ke Polres Kediri maupun Plsek jajaran.
Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena berusaha kabur serta membahayakan diri petugas. “Kita lakukan tindakan tegas dan terukur karena pelaku berusaha kabur dan melawan petugas,” katanya, pada Senin (24/5/2021).
Menurut pengakuan pelaku, komplotan curanmor itu pertama kali bertemu saat sama-sama menjalani hukuman di lapas. Setelah keluar dari penjara, mereka melancarkan aksinya.
Berbekal kunci T, pelaku menyasar sepeda motor di area sawah, yang ditinggal bekerja pemiliknya. Dari belasan kali beraksi di wilayah Kediri, Nganjuk dan Blitar, sedikit 16 unit sepeda motor berhasil digasak.
“Kami berkeliling mencari sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya di sawah. Kemudian saya ambil,” ujar Kholik, salah satu tersangka.
Kholik merupakan otak gembong curanmor ini. Dalam setiap kali beraksi, dia bertindak sebagai ‘pemetik’ kendaraan. Sedangkan dua rekannya berperan mengawasi sekitar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]
Tetapi polisi akhirnya berhasil mencium tempat persembunyiannya. Berawal dari penangkapan salah satu pelaku, akhirnya mengembang pada dua pelaku lain. Petugas juga mengamankan 16 unit sepeda motor hasil curian yang belum sempat dijual.
Akibat perbuatannya, tiga tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk mengambil secara gratis alias tanpa dipungut biaya. [nm/but]






