Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaunching Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) angkatan ke II dan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) angkatan I. Lauching yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan serta pemberdayaan keluarga.
Launching ditandai dengan penyerahan paket modul pedoman SOTH dan Selantang oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, BKKBN Provinsi Jatim, Suhartuti kepada Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati selaku pembina SOTH dan Selantang. Launching juga ditandai dengan penyerahan lima paket buku pembelajaran oleh Bupati Mojokerto untuk peserta SOTH dan Selantang.
SOTH dan Selantang ini merupakan suatu kegiatan untuk penguatan ketahanan keluarga. Hal tersebut dalam rangka membangun keluarga yang berkualitas serta untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait pentingnya penguatan ketahanan keluarga, perlindungan dan pemberdayaan terhadap keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Program buah inovasi dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur tersebut akan berlangsung selama tiga bulan kedepan. Mulai dari bulan September sampai November 2022 yang digelar secara serentak di lima desa wilayah SOTH dan Selantang. Tiga kelas SOTH dan dua kelas Selantang. Untuk pelaksanaan SOTH sendiri dilakukan di tiga desa.
Yakni Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong yang diikuti 31 peserta, Desa Parengan, Kecamatan Jetis diikuti 35 peserta dan Desa Balongmojo, Kecamatan Puri diikuti 30 peserta. Sementara Selantang dilaksanakan di dua yakni di Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu yang diikuti 30 peserta dan Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko diikuti 35 peserta.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati berharap, para peserta SOTH bisa memaksimalkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena merupakan hal yang langka dan terbatas. “Ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, menjadi siswa SOTH adalah bentuk pertanggungjawaban kita, supaya kita ini ketika menjadi orang tua betul-betul berdasarkan ilmu,” ungkapnya, Selasa (6/9/2022).
Tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi orang tua berdasarkan insting. Sementara untuk para lansia yang nanti menjadi siswa Selantang ini, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini berharap bisa menjadi lansia yang sehat dan produktif. Dengan lansia sehat maka akan menjadi lansia yang mandiri dan produktif sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraannya.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Suhartuti mengatakan, saat ini problem besar di Indonesia yaitu tingginya angka stunting. Menurut Data SSGI Tahun 2021, stunting skala nasional mencapai 24,4 persen, stunting di Jatim di angka 23,5 persen dan di Kabupaten Mojokerto prevelensi stunting mencapai 27,4 persen. Target menurunkan prevelensi stunting di tahun 2024 menjadi 14 persen merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah.
“Diperlukan integrasi intervensi sensitif agar bisa menghasilkan hasil yang optimal. Saya yakin dibawah kepemimpinan Bupati Ikfina ini percepatan penurunan stuntingnya akan lebih cepat dan diharapkan 2024 itu maksimal 14 persen. Di sisi lain, tahun 2045, menurut proyeksi BPS jumlah penduduk lansia di Indonesia akan mencapai 1/5 dari total penduduk Indonesia,” ujarnya.
Masih kata Suhartuti, pertumbuhan penduduk lansia di Indonesia berbanding terbalik dengan pertumbuhan balita yang semakin menurun. Berdasarkan sensus penduduk di Jatim, jumlah lansia 13,10 dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada dan di Kabupaten Mojokerto sebanyak 11,83 persen. Peningkatan jumlah penduduk lansia menimbulkan konsekuensi yang kompleks.
“Kita harus meningkatkan jumlah penduduk lansia ini sebenarnya merupakan salah satu dari indikator keberhasilan pencapaian pembangunan manusia yaitu adanya peningkatan usia harapan hidup. Yang berarti adanya perbaikan kualitas kesehatan dan kondisi sosial masyarakat yang semakin meningkat,” terangnya.
Turut hadir dalam kesempatan kali ini, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Al-Barra, Plt Sekretaris DP2KBP2, Abdul Kholik, Camat dan kepala Desa di wilayah SOTH dan Selantang serta TP PKK Kecamatan dan Desa di wilayah SOTH dan Selantang. [tin/kun]






