Surabaya (beritajatim.com) – Berolah raga menembak menjadi salah satu olah raga yang kini mulai banyak diikuti oleh pemula. Melatih kesabaran dan melatih konsentrasi menjadi salah satu manfaat olahraga yang dinaungi oleh Perbakin.
Salah satunya Karina Aliya Afandi yang dikenal sebagai Putri Anak Indonesia Budaya 2022 ini pun mulai mencoba hobby barunya menjadi penembak di usia 12 tahun. Selain skill yang dimiliki orang tuanya yang kebetulan mantan atlet menembak dan pengurus Perbakin Jatim, Karina mulai tertarik olahraga menembak ini saat usianya 6 tahun.
Ia melihat orang tuanya kerap kali berlatih dan bertanding di kejuaraan nasional hingga internasional, hal ini yang membuat dirinya tertarik untuk mengikuti jejak sang ayah Leo Christian Afandi untuk menyalurkan hobinya menembaknya.
“Udah sekitar 6 tahun ini saya berlari menembak setiap minggunya, awalnya emang karena melihat papa karena papa suka olahraga ini dan sering di bawa di arena latihan dan pertandingan baik di Indonesia maupun di luar negeri dari situ saya tertarik maka diajarilah sama papa untuk menembak,” ungkap gadis berusia 12 tahun ini saat ditemui di Lapangan tembak Polda Jatim.
Setiap akhir pekan, Karina beserta sangka mama dan kakaknya selalu berlatih di Lapangan tembak Polda Jatim atau di Kodam V Brawijaya.
Gadis berparan cantik ini pun menceritakan jika menembak saat ini hanya sekedar hobby saja, ia belum terbesit menembak disalurkan seagai atlet yang mengikuti kejuaraan nasional seperti sang ayah.
“Saat ini saya masih belum kepikiran untuk menjadi atlet menembak atau mengikuti kejuaraan nasional, karena waktu dan aktifitas juga masih belum bisa membagi mungkin nanti suatu saat jika sudah mempuni akan memikirkan hal itu,” ungkapnya.
Sementara itu, Leo Christian Afandi, Ayah dari Karina menceritakan jika tidak pernah memaksa sang anak untuk menjadi seorang atlet profesional menembak, menurutnya secara general ia memperkenalkan olahraga ini kepada sang anak untuk melatih konsentrasi dan kesabaran.
Karena ia sadar jika saat ini, generasi muda banyaknya aktifitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan pengaruh gadget dan televisi menjadi salah satu faktor mengurangi fokus atau konsentrasi.
“Jadi olahraga menembak ini sangat bermanfaat dan dianjurkan untuk anak usia dini khususnya menembak selain fisik, menembak juga bisa melatih fokus dan kesabaran. Karena untuk anak sekolah belajar dan melakukan aktifitas ini butuh konsentrasi tinggi dan anak sekarang karena banyak yang ketergantungan gadget fokus mereka berkurang atau menurun nah ini bisa menjadi salah satu sarana untuk mengembalikan fungsi fokus anak,” ungkap Leo Christian.
Lebih lanjut dikatakan Leo, sebagai orang tua ini juga harus memberikan pengertian bagaimana olahraga menembak menjadi olahraga yang bermanfaat bukan untuk hal lain. Salah satunya dengan memberikan pengertian standar operation prosedur ke mereka.
“Memang kadang menembak bisa dikatakan hal yang berbahaya tapi jika tidak mengerti standar operation prosedur penggunaan senjata apinya. Makanya sebelumnya kita harus memberikan pengarahan bagaimana cara penggunaan senjata api yang benar dan aman, kedua bergabung dengan tim menembak karena akan ada pelatih yang menunjukkan bagaimana cara belajar menhendel senjata api secara safety dan menembak secara benar,” tutupnya. (way/kun)






