Tulungagung (beritajatim.com) – Aksi spektakuler terjadi di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, ketika Komando Cadangan Strategis Angkatan Udara (Kostrad) melalui Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 501 Madiun menggelar simulasi pengerahan pasukan tempur melalui jalur udara, Kamis lalu.
Tak tanggung-tanggung, lebih dari 200 prajurit berpartisipasi dalam latihan tersebut, mengerahkan kekuatan dengan menggunakan pesawat angkut Hercules yang dimobilisasi dari pangkalan TNI AU/Iswahyudi Madiun.
Simulasi yang melibatkan terjun payung ini berlangsung dramatis, dimulai dengan personel Kostrad terjun dari pesawat Hercules dari ketinggian sekitar 50 meter. Dengan seragam lengkap dan senjata di tangan, para prajurit dengan presisi dan keahlian terjun payung mereka, membuktikan kesiapan tempur yang mereka latih secara rutin.
Baca Juga: Panen Gol atas Persesa Sampang, Ini Taktik Pelatih Perssu MC
“Asops Kasdivif 2/Kostrad Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 501 Bajra Yudha Madiun, Letkol inf Medi Haryo Wibowo, menjelaskan bahwa aksi penerjunan ini bukan semata latihan, tapi juga merupakan simulasi untuk mengukur kesiapan tempur prajurit,” ujar Medi dalam konfirmasi pasca-latihan oleh Antara.
Setiap gelombang terjun melibatkan 84 pasukan yang membawa senjata lengkap. Pesawat Hercules melakukan tiga kali putaran untuk menerjunkan seluruh pasukan tersebut, memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan terjun yang optimal.
“Uji siap tempur ini memberikan gambaran kepada kami tentang kesiapan pasukan. Kami memahami pentingnya kesiapan dalam menghadapi situasi apapun,” tambah Medi.
Dalam skenario latihan, pasukan terjun di wilayah Desa Besole dan berkumpul di titik yang telah ditentukan. Setelah terkumpul 70 persen pasukan, mereka melakukan pergerakan ke lokasi yang diduga dikuasai oleh musuh, sesuai skenario musuh yang berada di sekitar pantai wilayah Selatan Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga: Satu Pengendara di Lamongan Tewas Terlindas Mobil Usai Tabrakan Sesama Motor
Pasukan kemudian melakukan perlawanan terhadap musuh yang mencoba merangsek dan menguasai wilayah tersebut. “Komandan akan melaporkan operasi Linud selesai setelah tugas terpenuhi,” jelas Medi.
Pasca operasi Linud ini, rencananya akan dilanjutkan dengan latihan tempur di pesisir dan perairan. Latihan kedua ini akan melibatkan helikopter tempur dan perahu karet yang berangkat dari Pantai Popoh hingga wilayah Tasik Madu Kabupaten Trenggalek.
Helikopter akan menurunkan pasukan di wilayah musuh dengan posisi masih sekitar 1 meter di udara, dan pasukan akan melompat dari helikopter untuk melaksanakan tugasnya. “Dalam situasi ini, pasukan kami akan menyelamatkan warga yang disandera oleh musuh,” tutur Medi, merinci rencana latihan mendatang.
Aksi menegangkan ini menunjukkan kesiapan dan keprofesionalan Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 501 Madiun dalam menghadapi situasi tempur, semakin meneguhkan peran mereka dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. (ian)






