Ringkasan Berita:
- Lapas Pemuda Madiun menggelar razia HALINAR dua hari berturut-turut.
- Razia menyasar kamar hunian warga binaan di Blok Brawijaya.
- Petugas mengamankan sajam rakitan hingga kartu SIM.
- Tidak ditemukan handphone maupun narkoba dalam razia gabungan.
Madiun (beritajatim.com) – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari HALINAR atau handphone, pungli, dan narkoba.
Upaya tersebut dilakukan melalui razia insidentil hingga razia gabungan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur serta aparat penegak hukum selama dua hari berturut-turut.
Razia pertama digelar Kamis (21/5/2026) dengan menyasar 10 kamar hunian Blok Brawijaya Bawah.
Kegiatan dipimpin langsung Kalapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan bersama jajaran struktural, staf, dan regu pengamanan.
Pemeriksaan dilakukan secara mendadak saat warga binaan menjalani aktivitas di blok hunian sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
Dalam razia tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba.
Namun, sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan berhasil diamankan dari beberapa kamar warga binaan.
Barang-barang itu meliputi senjata tajam rakitan, kartu SIM, tali, alat cukur, pemotong kuku, garpu stainless, kawat, batang besi, potongan paralon, pecahan kaca hingga kartu remi.
Seluruh barang kemudian didata untuk dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
“Tidak ada ruang bagi peredaran handphone ilegal, pungli maupun narkoba di dalam lapas ini. Seluruh warga binaan juga kami minta ikut menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Rudi.
Menurutnya, razia dilakukan secara humanis namun tetap tegas sebagai bagian dari penguatan sistem pengamanan di dalam lapas.
Sehari berselang, Jumat dini hari (22/5/2026), razia kembali digelar dengan melibatkan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur serta unsur TNI dan Polri.
Kegiatan diawali apel bersama sebelum petugas dibagi menjadi dua tim untuk menyisir kamar hunian secara acak.
Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh petugas lebih dahulu mengumpulkan handphone pribadi sebagai bentuk komitmen integritas selama razia berlangsung.
Razia gabungan dipimpin Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jatim, Alzuarman bersama Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Ruspriyatno, didampingi Kalapas Rudi Kristiawan.
Selain menyisir kamar hunian, petugas juga melakukan pemeriksaan area luar blok untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.
Petugas turut memberikan pengarahan kepada warga binaan agar menaati tata tertib serta menjauhi segala bentuk pelanggaran.
“Razia ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungli dan narkoba. Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Ruspriyatno.
Dari hasil razia gabungan tersebut, petugas kembali tidak menemukan handphone, narkoba, maupun barang terlarang lainnya di kamar hunian warga binaan.
Lapas Pemuda Madiun memastikan razia berkala dan pengawasan akan terus ditingkatkan guna menjaga situasi lapas tetap aman, tertib, dan kondusif. [rbr/beq]






