Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto mengikuti Doa Bersama di Masjid At-Taubah. Doa bersama tersebut dalam rangka Napak Tilas Perjuangan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.
Hadir Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alwi memberikan ceramah agama. Didampingi Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi, KH Abdul Adzim Alwi mengunjungi blok tahanan yang dulu ditempati KH Hasyim Asy’ari.
Dalam catatan Serpihan Catatan Ayuhanafiq, pendiri NU tersebut tercatat pernah menjadi warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto. KH Hasyim Asyari dipindahkan dari rumah tahanan Jombang pada, Senin 11 April 1943 ke Rumah Tahanan Poerwotengah di Mojokerto.
Rumah Tahanan Poerwotengah yang sekarang berganti nama Lapas Klas IIB Mojokerto. Blok tahanan nomor 02 yang berada di bagian tengah Lapas Klas IIB Mojokerto tersebut menjadi sejarah perjuangan pengasuh Pesantren Tebu Ireng tersebut.
Kalapas Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan, blok tahanan nomor 02 Lapas Klas IIB Mojokerto menjadi bukti perjuangan KH Hasyim Asy’ari. “KH Hasyim Asy’ari pernah ditahan di Lapas Mojokerto pada masa penjajahan Jepang,” ungkapnya, Senin (6/2/2023).
Masih kata Kalapas, tidak hanya menjadi bukti sejarah perjuangan NU saja namun juga untuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. PCNU Kabupaten Mojokerto menjadi mitra Lapas Klas IIB Mojokerto untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan.
“Warga binaan kita juga warga NU. Kebetulan sekali pada peringatan Satu Abad NU, warga binaan selain mengikuti program binaan rohani Islam juga mencari berkah, mencari keutamaan mudah-mudahan mendapatkan kemudahan dan karomah Alm KH Hasyim Asy’ari,” katanya.
Kalapa berharap, warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto bisa mengambil hikmah dan keberkahan terkait perjuangan KH Hasyim Asy’ari. KH Hasyim Asy’ari juga pernah menjalani perjuangan di Lapas Klas IIB Mojokerto diharapkan menjadi motivasi para warga binaan.
“Siapapun yang berada di Lapas ini, bukan berarti menjadi akhir segalanya. Buat mereka tidak bisa kembali lagi tapi buat warga binaan bisa termotivasi menjadi lebih baik. Bisa kembali ke keluarga dan masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alwi menegaskan, jika Lapas Klas IIB Mojokerto menjadi Lapas satu-satunya yang menggelar Doa Bersama dan Napak Tilas Perjuangan Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.
“Kekokohan, kekuatan tekat untuk menegakkan kebenaran, menghapus kebatilan, menjajah di muka bumi ini dan Mbah Hasyim Asy’ari ini kekasih Allah yang betul-betul romatal alamin. Dengan organisasi yang didirikan, 100 tahun NU ini betapa besarnya manfaatnya terhadap manusia,” tegasnya.
Blok tahanan 02 yang dulu ditempati KH Hasyim Asy’ari tersebut masih difungsikan. Ruangan berukuran 4×4 meter tersebut ditempati sebanyak 18 orang warga binaan. Per tanggal 6 Februari 2023 tercatat, warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto sebanyak 967 orang, sebanyak 30 diantaranya merupakan. [tin/beq]







