Jakarta (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi berkirim pesan berisi salam lebaran semakin marak. Namun, di balik tradisi ini, para pelaku penipuan online juga memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan aksinya.
Modus penipuan yang sering terjadi adalah pengiriman file APK atau link yang disamarkan sebagai salam lebaran. Ketika korban lengah dan menginstal aplikasi tersebut, maka pelaku akan memiliki akses ke smartphone korban. Selain itu, penipu juga sering mengirimkan link yang mengatasnamakan ekspedisi untuk melacak pengiriman parsel.
Para lansia menjadi target empuk bagi para penipu digital karena keterbatasan pengetahuan teknologi dan mudahnya percaya terhadap informasi yang diterima. Sebuah survei oleh APJII menunjukkan bahwa 7,19 persen pengguna internet di Indonesia adalah lansia, berusia 55 tahun ke atas.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan tentang keamanan siber, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan online yang marak terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Lalu bagaimana cara para lansia terhindar menjadi korban kejahatan siber, terutama saat Lebaran? OCBC mempunyai tips yang bisa diperhatikan:
- Jangan klik link atau buka attachment, untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan.
- Teliti lah dalam menerima telepon / SMS / email. Penyedia layanan keuangan seperti Bank tidak pernah meminta password dan user akun melalui telepon / SMS / email apapun. Jangan pernah memberikan info mengenai data pribadi kepada penelepon yang tidak diketahui dengan jelas, dan selalu baca SMS dan email dengan teliti.
- Selalu cari info lengkap sebelum melakukan transaksi apapun. Apabila akan melakukan transaksi, periksa dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai website atau aplikasi yang digunakan. Apabila menggunakan jasa keuangan, pastikan sudah terdaftar di OJK.
- Abaikan tawaran-tawaran dan iklan-iklan yang mencurigakan, terutama yang mengharuskan untuk mengirimkan uang atau memberikan data pribadi.
- Simpan data mengenai rekening, password, dan hal penting lainnya dengan hati-hati. Jangan memberikan detail yang mencakup hal-hal berkaitan dengan rekening bank atau mobile banking.
- Apabila ada kesulitan atau hal yang tidak diketahui, minta bantuan kepada orang tepercaya, yang sekiranya lebih mengetahui tentang teknologi, aktivitas perbankan, dan pengoperasian internet dan aplikasi.
Selain itu, para caregiver atau orang-orang terdekat lansia juga bisa ikut berperan dalam melindungi mereka dari penipuan online. Terus ingatkan mereka akan cara-cara memproteksi diri di internet, dan terutama sekali, selalu hadir untuk mengajarkan dan menjawab pertanyaan mereka tentang teknologi, terutama smartphone dan hal-hal yang mereka gunakan sehari-hari.
Dengan adanya kesadaran dan pengetahuan tentang modus-modus penipuan ini, kesadaran akan keamanan siber di kalangan lansia juga meningkat, sehingga mereka dapat menggunakan internet dan melakukan transaksi secara lebih aman dan bijak. Apabila ada keraguan mengenai produk, layanan, dan informasi dari Bank, langsung hubungi Relationship Manager atau Customer Service yang terpercaya.






