Mojokerto (beritajatim.com) – Sorang lansia di Dusun Turi Desa Sampangagung Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Ladi (68) ditemukan tewa dalam kondisi membusuk.
Diduga korban telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Ini lantaran, tubuh korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Jenazah korban ditemukan pertama kali pada Kamis (19/9/2024) sekira pukul 07.30 WIB di dalam kamar.
Kapolsek Kutorejo Iptu Agus Hariyanto mengatakan, lansia yang bekerja sebagai petani ini ditemukan sudah dalam kondisi meninggal oleh sang anak. “Anaknya curiga karena pintu tertutup dari dalam sehingga meminta bantuan tetangga untuk membuka,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Minggu (15/92024) sekira pukul 07.00 WIB anak korban bersama keluarganya datang ke rumah itu. Pintu dalam kondisi terkunci di dari dalam dan saat diketuk tidak ada jawaban. Anak korban mengira ayahnya keluar rumah.
“Sehingga dia meninggalkan tempat untuk menghadiri arisan keluarga di Malang. Selasa sekira pukul 09.00 WIB, tetangga korban berniat memberikan makan dengan menyuruh pembantunya namun selang beberapa waktu pembantunya kembali,” katanya
Ini lantaran rumah korban dalam kondisi tertutup dan terkunci dari dalam. Kapolsek menjelaskan, tetangga korban sempat mencium bau busuk namun kecurigaannya mengarah pada bangkai tikus yang mati di belakang rumah.
“Namun setelah bangkai tersebut di buang, ia masih mencium bau namun tetangga korban tidak menaruh kecurigaan. Hingga tadi pagi, anak korban minta bantuan membuka pintu rumah korban. Saat mendobrak pintu sebelah garasi terbuka mendapati korban berada di atas kasur,” ujarnya.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi terlentang dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto yang datang memeriksa jenazah korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
“Diduga korban meninggal karena sakit yang dideritanya. Karena dari keterangan sejumlah saksi, korban mempunyai riwayat menderita sakit sesak dan kaki bengkak. Selama ini, korban tinggal di rumahnya sendirian. Pihak keluarga menolak autopsi,” jelasnya. [tin/suf]






