Lumajang (beritajatim.com) – Seorang pria lanjut usia berinisial M (70), warga Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dinyatakan tewas setelah tertabrak Kereta Api Sritanjung relasi Yogyakarta–Ketapang, Jumat (2/1/2026).
Sebelumnya, peristiwa orang tertemper kereta api ini terjadi di jalur perlintasan kereta api pada kilometer 134+5/6 sekitar pukul 16.14 WIB.
Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Klakah untuk mendapat penanganan medis karena mengalami luka berat, nyawa korban tetap tidak tertolong.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan kecelakaan bermula saat orang tidak dikenal (OTK) terlihat berada di jalur yang dilewati kereta api Sritanjung.
Saat itu, Cahyo menyebut masinis telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional dengan berulang kali membunyikan klakson lokomotif sebagai peringatan.
“Jadi, awalnya masinis melihat OTK di jalur kereta api dan langsung membunyikan klakson lokomotif secara berulang-ulang sebagai tanda peringatan. Tapi, korban tetap berada di jalur rel sehingga temperan tidak dapat dihindari,” terang Cahyo, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, akibat kejadian tersebut, perjalanan kereta api Sritanjung dari Yogyakarta menuju Ketapang sempat mengalami berhenti luar biasa (BLB) selama kurang lebih 6 menit.
Atas peristiwa nahas ini, Cahyo menyampaikan keprihatinan dan kembali mengingatkan agar masyarakat selalu waspada saat beraktivitas di wilayah yang berdekatan dengan jalur kereta api.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan mengingatkan bahwa jalur rel kereta api adalah area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta api. Demi keselamatan bersama, masyarakat diminta tidak berada, berjalan, ataupun melakukan aktivitas apa pun di jalur rel,” ungkap Cahyo. (has/kun)






