Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan langkah progresif dalam menjawab persoalan sampah menahun. Melalui penerapan metode Landfill Mining di TPA Ngipik, tumpukan sampah lebih dari 10 tahun kini mulai diolah kembali menjadi sumber daya bernilai guna.
Peresmian operasional fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Wabup Asluchul Alif, Selasa (24/2/2026).
Beroperasinya Mining TPA Ngipik ini juga dihadiri jajaran forkopimda, pimpinan OPD, serta manajemen PT Semen Indonesia Tbk dari pabrik Tuban dan Rembang sebagai mitra pemanfaatan bahan bakar alternatif.
Bupati Yani menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan serius seiring pertumbuhan penduduk serta ekspansi kawasan industri dan permukiman di Kabupaten Gresik. “Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial, bahkan ekonomi,” ujarnya.
Nantinya kapasitas sampah yang bisa ditampung 25 ton per jam yang memungkinkan timbunan sampah lama digali kembali untuk dipilah dan diolah. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menumpuk di TPA Ngipik secara bertahap.
Menurut Gus Yani, sapaan akrabnya, transformasi besar sistem pengelolaan sampah di Gresik. Tidak lagi sekadar kumpul-angkut-buang, tetapi beralih ke sistem berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali, dan peningkatan nilai tambah.
Fraksi organik hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layering landfill, maupun media tanam. Sementara fraksi non-organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di industri semen. “Ini adalah langkah konkret mendukung transisi energi sekaligus pengurangan emisi,” tegasnya.
Investasi transformasi sistem sampah ini menelan dana Rp6 miliar yang diambil dari APBD 2025. Anggaran tersebut bukan sekadar belanja peralatan, melainkan investasi jangka panjang demi kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Dengan beroperasinya Landfill Mining di TPA Ngipik, Kabupaten Gresik menandai babak baru pengelolaan sampah modern—mengubah masalah menjadi peluang, serta sampah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan. [dny/kun]






