Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Lamongan menjadi daerah dengan capaian imunisasi Measles and Rubella (MR) tertinggi di Jatim. Pada periode 1 Agustus hingga 12 September 2022, capaian imunisasi MR sebesar 101,98 persen.
Selain Lamongan, posisi kedua ditempati Kota Madiun dengan capaian sebesar 101,37 persen. Disusul Kabupaten Madiun sebesar 100,08 persen.
Kendati demikian, bupati dan wali kota di Jatim tetap diminta untuk memaksimalkan pelaksanaan imunisasi BIAN. Mereka diminta untuk menyisir anak-anak yang belum mengikuti BIAN, termasuk kalangan kurang mampu dan difabel.
“Kami mohon bupati wali kota tetap menyisir wilayahnya terutama yang di wilayah pinggiran dan untuk kalangan kurang mampu dan difabel. Apalagi saat ini Pak Kadinkes sedang Rakor di Jakarta dan kemungkinan pelaksanaan BIAN akan kembali diperpanjang,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/9/2022).
Khofifah menjelaskan, selain imunisasi tambahan campak rubella, Jatim juga sudah melaksanakan imunisasi kejar yaitu melengkapi imunisasi rutin (polio dan DPT-HB-HIB) yang belum lengkap didapat saat bayi dan balita di bawah dua tahun (baduta).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Khofifah”]
Pelaksanaan imunisasi kejar ini sudah mulai dilaksanakan sejak Bulan Mei 2022 dan akan terus berlangsung sampai semua anak yang belum lengkap imunisasinya dapat terimunisasi lengkap sesuai usianya.
Sebagai informasi, BIAN di Jatim dilaksanakan pada Agustus 2022, yang kemudian diperpanjang pada tahap dua hingga 13 September 2022 di seluruh kabupaten kota. Pelaksanaan BIAN ini dilakukan dengan pemberian imunisasi tambahan campak rubella (MR) kepada sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan dengan target sasaran sebesar 2.399.159 anak.
Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak, serta pos pelayanan imunisasi seperti posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas pembantu, puskesmas dan rumah sakit secara gratis. [ipl/beq]






