Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di lingkup instansional pendidikan. Kali ini dugaan kasus pelecehan seksual dilaporkan telah terjadi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya, Jawa Timur.
Terkuaknya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut berasal dari postingan salah satu akun media sosial Instagram @uinsa.garis.lurus. Mereka mengungkap ada sembilan orang korban dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkup kampusnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pelecehan-seksual”]
Rektor Uinsa, Prof Masdar Hilmy pun angkat bicara terkait munculnya dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampusnya. Ia mengaku pihaknya belum menerima laporan. “Kami sudah ada kode etik mahasiswa dan dosen, cuma kami tidak bisa menindak. Karena kami belum menerima laporan hingga saat ini,” kata Hilmy, saat dikonfirmasi Selasa (18/1/2022).
Ia pun telah memerintahkan jajarannya untuk mendalami dugaan pelecehan seksual di kampusnya. Hilmy mengaku enggan gegabah membuat keputusan terkait isu yang beredar. “Untuk sementara Wakil Rektor III sudah menelusuri kasus ini. Kami ingin hati-hati pada kasus yang beredar. Saya tidak menampik keviralan ini, tapi kami tidak mau terperangkap,” ujarnya.
Prof Masdar menegaskan jika memang ada laporan masuk maka akan ditindaklanjuti dan akan diberikan sanksi yang sesuai. “Kalau ada laporan masuk ke saya, pasti akan kita tindak lanjuti,” pungkas dia.
Sementara itu, akun @uinsa.garis.lurus mengaku telah mendapatkan sembilan orang korban dugaan pelecehan seksual di Uinsa, selama tiga tahun terakhir. [kun]






