Pamekasan (beritajatim.com) – Laga Madura United FC menjamu PSM Makassar, pada laga pamungkas kompetisi Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura, Sabtu (23/5/2026) mendatang. Dipastikan menjadi laga sangat krusial khususnya bagi tim tuan rumah, Laskar Sape Kerrab.
Sebab tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura, wajib mengalahkan tim tamu Pesut Etam, sekaligus mengamankan poin guna memastikan diri tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah, musim depan.
Sebab posisi mereka di tangga klasemen sangat krusial dan berada tepat di atas zona merah degradasi, terlebih selisih poin dengan tim teratas penghuni zona merah, Persis Solo hanya unggul 1 poin. Sehingga kegagalan mengamankan poin kala menjamu PSM justru akan membuat mereka turun kasta, dengan catatan Persis berhasil menambah poin di pekan yang sama.
Saat ini Madura United menempati posisi 15 klasemen dengan koleksi 32 poin berkat hasil 8 kali menang, 8 kali imbang, dan 17 kali kalah. Mereka baru mencetak 35 gol dan sudah kebobolan sebanyak 54 gol dari 33 laga yang dijalani.
Sementara Persis Solo yang menjadi pesaing untuk mengamankan diri dari degradasi, sudah mengoleksi 31 poin berkat hasil 7 kali menang, 10 kali imbang, dan 16 kali kalah. Mereka mencetak 36 gol dan kebobolan 58 gol dari 33 laga berbeda.
Kondisi tersebut membuat Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi memastikan jika timnya tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan pada laga pamungkas Super League, agar tetap bisa melanjutkan kiprah di kompetisi teratas sepakbola nasional musim depan.
“Bagi kita tidak ada pilihan lain, laga lawan PSM nanti mutlak harus kita menangkan. Tidak pas kalau kita selalu bergantung kepada klub lain untuk selamat, kita harus menentukan nasib di tangan kita sendiri,” kata Achsanul Qosasi, Selasa (19/5/2026).
Selain itu, pria yang akrab disapa AQ juga mengapresiasi semangat juang yang ditujukan para pemain di beberapa laga terakhir, termasuk ketika gagal menambah poin kala bertandang ke markas PSIM Yogyakarta, di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (17/5/2026).
Pada laga tersebut, mereka harus mengakui kekalahan dari tuan rumah Laskar Mataram dengan skor 2-1. Namun performa yang ditunjukkan tim binaan Coach Rakhmad Basuki menunjukkan permainan luar biasa dan tampil dengan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan.
Tidak hanya itu, AQ juga meminta dukungan penuh dari seluruh suporter Madura Bersatu agar memenuhi tribun SGB Madura, ketika menjamu PSM Makassar. Sekaligus berharap nasib sial yang dialami timnya sepanjang musim ini dapat berbalik menjadi hasil positif pada laga pamungkas musim ini.
“Klub ini milik orang Madura, kebanggaan orang Madura dan harus tetap ada di Madura. Saatnya pemain bermain habis-habisan, karena ini pertandingan menentukan nasib kita, tetap di Super League atau bermain di Championship,” pungkasnya. [pin/but]






