Gresik (beritajatim.com) – Permasalahan sampah di Kota Gresik masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Agar sampah tidak terus menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik. Para penggiat sampah diberi edukasi bagaimana memanfaatkan sampah menjadi barang bermanfaat.
Kegiatan yang diikuti 20 penggiat sampah bersama masyarakat berlangsung di taman pemulihan. Hadir pula pengurus Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) DPD Jatim.
Sambil diskusi dan bertukar pikiran. Para penggiat sampah itu, menimbang puluhan kilogram sampah yang bisa didaur ulang di bank sampah. Setelah ditimbang, diskusi kembali dilanjutkan untuk mencari ide serta inovasi bagaimana memanfaatkan sampah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
Ada beberapa kendala yang dihadapi para pegiat sampah dalam mengolahnya. Salah satunya harga beli yang masih rendah, kesadaran masyarakat yang rendah. Serta masih minimnya sumber daya manusia (SDM) dan dukungan institusi pemerintah yang dirasa kurang.
“Kami ingin mendorong para penggiat sampah berkolaborasi dengan industri daur ulang. Sehingga, kegiatan bank sampah terus berkembang. Tidak individual antar pegiat,” ujar Totok Mujiono selaku Bidang Organisasi, Anggota dan Kaderisasi Perbanusa Jatim, Selasa (10/01/2023).
Sementara itu, Adi Candra, Ketua Perbanusa DPD Jatim menuturkan, bank sampah harus berkolaborasi dengan semua pihak. Baik dengan pemerintah, industri daur ulang, perguruan tinggi dan lembaga lainnya.
“Kami juga berharap agar mindset dalam mengelola bank sampah bukan cuma masalah jual barang. Namun, harus menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan hidup lebih luas dan meningkatkan ekonomi warga, UMKM, dan kampung wisata,” tuturnya. [dny/kun]






