Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menaikkan kuota mahasiswa baru menjadi 3.000 orang tahun ini. Peningkatan diiringi pembukaan Program Kelas Internasional dan tiga program studi baru.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelakasana PENS, Andri Suryandari, mengatakan rata-rata pemohon informasi berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.
“Ada juga pendaftar dari Jakarta, Bandung, Pekanbaru, bahkan Jayapura, yang ingin melihat kampus sekaligus mengetahui jalur seleksi,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Kuota mahasiswa dibagi: 30% SNBP, 40% SNBT, dan 30% jalur mandiri. Penambahan kuota ini sejalan dengan tiga program studi baru, yakni Sarjana Terapan Bisnis Digital, Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur, dan Teknologi Rekayasa Keselamatan (K3).
Wakil Direktur Akademik Prof. Moch. Zen Samsono Hadi menyebut PENS juga membuka Program Kelas Internasional melalui Double Degree dan Join Degree. Negara tujuan meliputi Amerika, Prancis, Cina, Taiwan, Jepang, dan Malaysia.
Kelas Internasional tersedia di enam program studi, antara lain Teknik Elektronika, Teknik Elektro Industri, Teknik Informatika, Mekatronika, Teknik Komputer, dan Teknologi Game.
Zen menekankan pendaftar SNBP perlu memaksimalkan portfolio. “Semua prestasi bisa didaftarkan, dari lomba sains, olahraga, seni, organisasi, hafidz Qur’an, hingga sertifikat kompetensi atau menjadi duta kegiatan regional, nasional, dan internasional,” ujarnya.
Selain prestasi, kesiapan diri dan tingkat keketatan prodi harus diperhitungkan agar pendaftar tidak asal memilih. PENS juga menggelar FGD dan sosialisasi PMB di PSDKU Lamongan, diikuti 55 guru BK dari SMA, SMK, dan MA. [ipl/aje]






