Batu (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) terus meningkatkan kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kuota KUR bankjatim dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2021, bankjatim mendapat kuota KUR sebesar Rp 700 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan menjadi Rp 2,5 triliun pada tahun 2022 dan Rp 2,89 triliun pada tahun 2023. Pada tahun 2024, bankjatim kembali mendapatkan kuota KUR sebesar Rp 3,75 triliun.
Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono mengatakan, peningkatan kuota KUR bankjatim menunjukkan kepercayaan pemerintah kepada bankjatim sebagai mitra penyaluran KUR. Selain itu, peningkatan kuota KUR juga menunjukkan komitmen bankjatim untuk mendukung pengembangan UMKM di Jawa Timur.
“Kami optimistis dengan peningkatan kuota KUR ini, kami dapat menyalurkan KUR kepada lebih banyak pelaku UMKM di Jawa Timur. Kami berharap, dengan adanya KUR, pelaku UMKM dapat naik kelas dan menjadi usaha menengah hingga usaha besar,” ujar Arief.
Hingga akhir tahun 2023, bankjatim telah menyalurkan KUR sebesar Rp 2,89 triliun kepada 22.253 debitur. Sektor perdagangan menjadi sektor yang paling banyak menyerap KUR bankjatim, yaitu sebesar 42,09 persen. Sektor pertanian menempati urutan kedua dengan porsi 34,47 persen, dan sektor jasa-jasa menempati urutan ketiga dengan porsi 13,86 persen.
Arief menambahkan, bankjatim juga telah dipercaya untuk menyalurkan KUR Syariah. Sejak dilaunching November 2023, KUR Syariah bankjatim telah tersalurkan sebesar Rp 11,959 miliar kepada 4.459 debitur.
I gede putra wijaya, Pemimpin Wilayah 4 jatim Askrindo, mengapresiasi kinerja penyaluran KUR bankjatim. Gede mengatakan, penyaluran KUR di Provinsi Jawa Timur sejak Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023 telah mencapai Rp 39,9 triliun dan telah disalurkan kepada 777.659 debitur.
“Angka ini terbesar kedua secara nasional,” ucap Gede.
Gede berharap, penyaluran KUR di Jawa Timur dapat terus meningkat ke depannya. Hal ini penting untuk mendukung pengembangan UMKM di Jawa Timur dan mendorong pertumbuhan ekonomi.[rea]






