Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mencatat peningkatan signifikan dalam kuota beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau untuk SMA/SMK swasta.
Berdasarkan data terbaru dari UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, total kuota beasiswa mencapai 72.841 siswa, jauh melampaui target awal sebesar 30.000.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada satuan pendidikan swasta yang telah berkolaborasi dalam program ini. Menurutnya, program ini menjadi solusi bagi lulusan SMP yang tidak lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke sekolah negeri.
“Alhamdulillah, kerja sama kami dengan sekolah swasta berjalan baik dan terus meningkat. Terima kasih kepada lembaga swasta yang telah berkolaborasi mencerdaskan anak-anak Jawa Timur,” ujar Khofifah, Senin (26/5/2025).
Sebanyak 12.650 SMA swasta dan 19.912 SMK swasta di Jawa Timur menyediakan beasiswa penuh. Sementara itu, 11.486 SMA dan 28.793 SMK swasta memberikan biaya pendidikan terjangkau. Total terdapat 1.156 lembaga yang terlibat dari 2.936 sekolah swasta di 38 kabupaten/kota.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jatim memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta bagi calon murid yang tidak diterima di sekolah negeri, dengan syarat tidak menerima bantuan pemerintah lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP), serta melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
“Setiap kabupaten/kota mendapatkan kuota 150 calon murid dari keluarga prasejahtera, termasuk keluarga buruh, dengan total anggaran Rp5,7 miliar. Ini adalah bagian dari upaya menekan angka putus sekolah di Jatim,” imbuh Khofifah.
Khofifah juga memberikan apresiasi khusus kepada tiga daerah, yakni Bangkalan, Pacitan, dan Sampang, karena seluruh sekolah swasta di wilayah tersebut menyediakan beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
Dalam pelaksanaan SPMB 2025, Pemprov Jatim juga menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi SPMB selama 24 jam. Selain itu, disiapkan 7.155 personel helpdesk yang tersebar di satuan pendidikan, cabang dinas, hingga Dindik Jatim.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menambahkan bahwa SPMB 2025 hanya memiliki kuota 261.396 siswa di sekolah negeri, sementara lulusan SMP dan sederajat mencapai 682.252 siswa.
Artinya, hanya sekitar 38,81 persen yang dapat ditampung di sekolah negeri, sementara sisanya harus melanjutkan ke sekolah swasta. Saat ini 420.856 murid membutuhkan sekolah alternatif.
“Kami telah menjalin kerja sama melalui 24 cabang dinas sejak April lalu. Target awal 30 ribu kini telah berkembang menjadi lebih dari 70 ribu,” jelas Aries.
Aries juga menjelaskan perubahan skema seleksi jalur domisili tahun ini. Jika sebelumnya mengutamakan jarak, kini seleksi dilakukan berdasarkan nilai akademik rapor semester 1–5 dan Indeks Sekolah.
Komposisi penilaian terdiri dari 60 persen nilai akademik dan 40 persen Indeks Sekolah. “Jika terdapat nilai yang sama, barulah jarak menjadi faktor penentu,” pungkasnya. [ipl/ian]
Berikut jadwal tahapan SPMB 2025:
19–31 Mei 2025: Entry nilai oleh sekolah asal
2–13 Juni 2025: Pengambilan PIN
2–14 Juni 2025: Verifikasi dan validasi tes kesehatan calon murid SMK
9–11 Juni 2025: Simulasi pendaftaran SPMB
16–17 Juni 2025: Pendaftaran Tahap 1 (Mutasi, Afirmasi, Prestasi Lomba)
22–23 Juni 2025: Pendaftaran Tahap 2 (Prestasi Nilai Akademik SMA)
26–27 Juni 2025: Pendaftaran Tahap 3 (Jalur Domisili SMA/SMK)
2–3 Juli 2025: Pendaftaran Tahap 4 (Nilai Prestasi Akademik SMK).






