Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi sekretariat National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Jawa Timur yang berlokasi di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) dengan memberikan bantuan peralatan olahraga untuk mendukung para atlet disabilitas.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyerahkan tali asih bagi lima purna atlet difabel dan sejumlah peralatan olahraga berupa tiga kursi roda, meja dan kursi fitness, matras judo, lembing, peluru, perlengkapan tenis meja, dan sarana olahraga lainnya. Selain ituz juga diserahkan bantuan sembako untuk warga sekitar.
Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan komitmen Gubernur Khofifah yang sejak 2022 mendorong kesetaraan bagi atlet difabel.
Menurutnya, momen bersejarah lahir saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan bonus setara kepada atlet NPCI dan KONI saat Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 lalu.
“Selama 52 tahun perjalanan NPCI Jatim, baru di era Ibu Gubernur kesetaraan itu hadir. Puncaknya saat 10 November 2022 di Tugu Pahlawan, Surabaya, beliau menyerahkan bonus kepada atlet NPCI dan KONI dengan nilai yang sama. Itu bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak peradaban baru,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).
Ia juga menambahkan, NPCI Jatim terus berupaya meningkatkan sarana pelatihan dengan membangun kantor dan asrama atlet sejak tahun 2023. Kini, pihaknya kembali membeli lahan untuk mewujudkan pusat olahraga terpadu disabilitas di masa depan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari,
turut mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim. Meski Kota Mojokerto terbatas dari sisi lahan, para atletnya mampu menorehkan prestasi membanggakan, termasuk di ajang paralympic.
Ada empat atlet asal Mojokerto akan bergabung dengan kontingen Jatim pada ajang Peparpenas XI Tahun 2025 yang berlangsung 1–10 November mendatang.
“Potensi atlet paralympic di Kota Mojokerto luar biasa. Ini menjadi penyemangat generasi muda untuk berani bermimpi melampaui batas seperti jargonnya. Ini tentu menjadi penyemangat bagi generasi yang ada di Kota Mojokerto untuk juga bisa bermimpi melampaui batas seperti halnya para atlet paralympic yang ada di sini,” paparnya.
Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan juga atensi dari Gubernur dan jajaran Pemprov Jawa Timur untuk memberikan bantuan baik dalam bentuk hibah dan peningkatan kapasitas.

Dalam rangka peningkatan kompetensi di bidang olahraga, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga memberikan bantuan bagi atlet-atlet Kota Mojokerto.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, Hadi Wawan Guntoro menegaskan bahwa, pembinaan olahraga disabilitas menjadi tanggung jawab bersama. Pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Unesa sebagai pusat pelatihan atlet disabilitas di Jawa Timur.
“Pembinaan olahraga di Jawa Timur termasuk olahraga disabilitas adalah menjadi tanggung jawab kita bersama seiring untuk selalu bangun kolaborasi dan sinergi. Mudah-mudahan kita nanti Istiqomah berkomitmen bersama untuk tetap mendukung dan berkelanjutan sehingga Insya Allah Jawa Timur cita-citanya juga ingin nantinya bisa menjadi juara di kancah nasional dan internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya kesetaraan penghargaan bagi seluruh atlet. “Sejak periode kami, reward atau apresiasi untuk atlet paralympic setara dengan atlet non-difabel. Kami berikhtiar agar pembinaan di kabupaten/kota lebih maksimal sehingga lahir lebih banyak atlet berprestasi dari berbagai daerah,” tegasnya.
Kunjungan Gubernur Khofifah ke Sekretariat NPCI Jatim ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap atlet disabilitas serta semangat membangun kesetaraan dalam dunia olahraga Jawa Timur. [Adv-kom]






