Surabaya (beritajatim.com)- Gemerlap musik Indonesia tak hanya didominasi oleh sound dari kota-kota besar. Kini, gelombang baru musik dari Indonesia Timur sedang naik daun dan membanjiri media sosial. Dengan melodi yang catchy, lirik yang jenaka, dan aura kesederhanaan yang menyegarkan, lagu-lagu ini berhasil menyihir jutaaan pendengar. Bagi yang penasaran, berikut adalah kumpulan lagu Indonesia Timur yang lagi viral dan wajib masuk playlist kamu!
1. Orang Baru Lebe Gacor – Ecko Show, Juan Reza, Chesylino
Lagu asal Nusa Tenggara Timur ini mungkin adalah yang paling menggema di mana-mana. Judul “Orang Baru Lebe Gacor” sendiri adalah frasa bahasa Timur yang berarti “Orang Baru Lebih Menyenangkan”. Lagu ini mengajarkan untuk melupakan kenangan lama, tidak terjebak dalam luka, dan lebih berani membuka hati untuk hubungan yang lebih baik, digambarkan dengan pasangan baru yang “lebih gacor” atau lebih menyenangkan. Iringan musiknya yang ceria kontras dengan lirik sindirannya yang tajam, membuatnya mudah diingat.
2. Ngapain Repot – Toton Caribo ft. Wizz Baker & Fresly Nikijuluw
Berasal dari Ambon, Toton Caribo menghadirkan lagu dengan filosofi hidup yang santai dan apa adanya. “Ngapain Repot” adalah sebuah lagu pengingat untuk tidak membuat hidup kita sendiri menjadi terlalu rumit dengan hal-hal yang sepele. Lagu ini dibalut dengan Hip-Hop sehingga terasa asik dan cocok untuk berjoget.
3. Tabola-Bale -Silet Open Up (feat. Jacson Zeran, Juan Reza & Diva Aurel)
“Tabola-Bale” adalah sebuah lagu ceria bernuansa Hip-Hop dari Timur. Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang terpesona dengan perempuan bernama Maimuna yang pernah merantau dari kampung halaman. Maimuna kembali dengan penampilan yang lebih anggun sehingga membuat pria tersebut terpesona. Lagu ini viral karena iramanya yang energik dan liriknya yang campuran, yaitu bahasa daerah dari Indonesia Timur dan bahasa Minang. campuran antara lagu berbahasa daerah dan genre Hip-Hop jadi perpaduan yang sempurna.
4. Pica-Pica – Juan Reza
Lagu “Pica-Pica” dari NTT ini memiliki energi yang sangat upbeat dan membuat tubuh tak bisa diam. Makna lagu “Pica Pica” oleh Juan Reza adalah tentang perayaan pesta, kebersamaan, dan kegembiraan yang hidup, terutama yang khas dari budaya Timur Indonesia. Lagu ini mengajak pendengar untuk menari dengan penuh semangat dan menikmati kebersamaan, dengan lirik yang menggambarkan suasana pesta yang meriah dan juga membawa pesan persatuan di antara anak muda. Ritmenya yang menular menjadikannya salah satu lagu daerah Timur paling populer untuk membuat suasana jadi hidup.
5. Mode Pesawat – Dandy Barakati ft. Dante Nababan
Masih dengan genre Hip-Hop dan bahasa Timur, lagu ini dengan kreatif menggunakan metafora “mode pesawat” pada ponsel untuk menggambarkan keinginan untuk menyendiri atau memutuskan koneksi, khususnya dari gangguan dan luka hati yang bersumber dari hubungan atau realitas yang tak menyenangkan. Liriknya menggambarkan keinginan untuk menemukan ketenangan dan pembebasan diri dari segala “notifikasi” yang mengusik kedamaian batin. Konsep yang relatable bagi generasi muda ini dibungkus dengan musik yang easy listening, membuatnya cepat diterima dan disukai banyak orang.
6. Stecu-Stecu – Faris Adam
Lagu ini tidak bergenre Hip-Hop dan terasa sedikit santai untuk dinikmati. Istilah “Stecu” yang merupakan singkatan dari “setelan cuek” menggambarkan sebuah sikap di mana seseorang berpura-pura acuh tak acuh, meski sebenarnya memiliki rasa suka atau perhatian tersembunyi. Konsep ini menjadi populer lewat lagu “Stecu Stecu” karya Faris Adam, yang mengangkat dinamika pendekatan romantis di kalangan muda, yang kerap ditandai dengan komunikasi tidak langsung dan sikap “jual mahal”.
Mengapa Lagu-Lagu Ini Begitu Digemari?
Kesuksesan lagu-lagu di atas bukanlah suatu kebetulan. Mereka menawarkan sesuatu yang berbeda: keaslian. Dalam dunia musik yang seringkali terdengar seragam, lagu-lagu dari Indonesia Timur datang dengan cerita rakyat, bahasa daerah, dan melodi yang autentik. Mereka menghadirkan “angin segar” dan membuktikan bahwa kekayaan budaya Nusantara adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering. [Nazala Habibah Fathyadin]






