Surabaya (beritajatim.com) – Kualitas udara di Kota Surabaya pada hari ini, Selasa (15/8/2023) masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan indeks kualitas udara IQAir.
Dikutip dari situs pemantau kualitas udara IQAir, pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara di Surabaya berada di angka 133 AQI US dengan polutan utama PM2,5.
Suhu Surabaya tercatat 31 derajat dan kelembapan 53 persen. Cuaca terpantau cerah dan cenderung menyengat terik matahari.
Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, menyebut kualitas udara di Kota Pahlawan masih baik.
Menurut Hebi, indeks kualitas udara di Surabaya berdasarkan Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) maksimal mencapai 75, yang termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan, untuk hari ini hanya mencapai 60.
BACA JUGA:
Penjualan Pernak-pernik Kemerdekaan di Pasar Atom Surabaya Laris
Dalam ISPU, indeks 0-50 adalah berkualitas baik, 50-100 adalah sedang, dan diatas 100 adalah buruk, yang artinya mengalami polusi udara parah.
Hebi mengatakan bahwa jika dihitung dari total papan ISPU yang tersebar di seluruh Kota Surabaya, 26,48 persen diantaranya menunjukkan indeks baik. Sementara, 73,52 persen merupakan wilayah dengan ISPU sedang.
“26,48 persen berkualitas baik. Sedangkan 73,52 persen berkualitas sedang,” ujar Hebi saat dihubungi, Selasa (15/8/2023).
BACA JUGA:
Pemkot Surabaya Relokasi 400 Pedagang Liar di Pasar Keputran
Hebi menegaskan untuk kualitas tidak baik itu sebesar 0 persen. Lalu untuk kualitas udara yang baik sekitar 28 persen.
Sedangkan, Kota Surabaya sebesar 26,8 persen. Artinya, kata dia, berdasarkan data kualitas udara di Surabaya moyaritas sedang dan masih layak hirup.
“Artinya layak hirup itu. Masih 100 persen. Jadi sebenarnya baik-baik saja di Surabaya ini,” pungkasnya. [asg/beq]






