Surabaya (beritajatim.com) – Ribuan peserta bersaing dalam Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah (LKS Dikmen) tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) 2026. Kualitas kemampuan murid dari berbagai daerah kini dinilai semakin merata dan kompetitif.
Sebanyak 1.806 siswa mengikuti 52 bidang lomba dan dua kategori eksibisi sejak 6 hingga 10 April. Ajang ini tersebar pada 23 SMK di wilayah Surabaya, Sidoarjo, serta Blitar.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai menyebut pelaksanaan lomba berjalan tertib. Ia rutin memantau perkembangan kompetisi yang telah memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Rabu (8/4/2026).
“Hingga hari ini, Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tertib, termasuk para peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian lomba,” ujar Aries.
Semangat tinggi para peserta menjadi indikator penting kesiapan mental mereka. Aries melihat para siswa sangat menantikan ajang ini untuk membuktikan kemampuan teknis yang telah dipelajari di sekolah.
“Semangat mereka menjadi barometer bahwa mereka sangat menantikan lomba ini dan berharap mendapatkan hasil terbaik bagi daerah masing-masing,” tambahnya.
Aries menilai keahlian peserta tahun ini menunjukkan peningkatan mutu. Perbedaan kemampuan teknis siswa antarwilayah di Jatim tidak lagi terlihat mencolok seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Saya melihat skill anak-anak hampir sudah merata di seluruh daerah. Kualitas murid semakin baik karena apa yang dikerjakan sesuai materi lomba,” kata Aries.
LKS Dikmen 2026 kini melibatkan siswa SMA untuk bidang tertentu seperti 3D Game Art. Perubahan nama ajang tersebut mengakomodasi keragaman bakat murid di luar sekolah kejuruan.
“LKS ini sejak tahun kemarin namanya LKS Dikmen karena tidak hanya murid SMK, tetapi juga murid SMA sederajat pada bidang tertentu,” jelasnya.
Dewan juri kompetisi ini berasal dari kalangan praktisi industri serta peraih penghargaan kejuaraan dunia. Standar penilaian yang ketat memaksa para peserta bekerja presisi di bawah tekanan waktu.
“Juri yang didatangkan tidak main-main, ada yang pernah menjuarai WorldSkills, ada juga dari expert industri profesional,” tutur pria kelahiran Makassar tersebut.
Pemenang tingkat provinsi akan segera menjalani pemusatan latihan untuk menghadapi persaingan nasional. Prestasi di ajang ini menjadi pintu masuk menuju kompetisi internasional seperti WorldSkills ASEAN.
“Menjadi juara LKS memberikan reputasi tinggi dan diakui luas oleh dunia usaha industri, sehingga mempermudah peluang kerja mereka nantinya,” tegas Aries.
Sertifikat juara juga berlaku sebagai portofolio kuat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jalur Golden Ticket menjadi apresiasi nyata bagi siswa yang memiliki prestasi keterampilan teknis.
“Tahun ini beberapa murid SMK sudah lolos di jalur Golden Ticket dengan menggunakan sertifikat LKS sebagai bukti kompetensi mereka,” pungkasnya. [ipl/but]






