Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat Aceh di Jawa Timur yang tergabung dalam KTR (Kekeluargaan Tanah Rencong) menggelar acara halal bi halal dan silaturrahim yang berlangsung di GOR UIN Sunan Ampel Surabaya, Minggu (19/5/2024).
Mereka datang bukan hanya dari cabang KTR Surabaya, melainkan cabang KTR Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. Ada 300 undangan yang beredar, namun ternyata peserta yang hadir dua kali lipat.
“Alhamdulillah, halal bi halal kali ini sangat meriah,” kata Ketua Umum KTR Surabaya-Jawa Timur, Amiruddin Pase kepada wartawan usai halal bi halal.
Acara halal bi halal berlangsung sangat meriah bukan saja tampilnya kesenian khas Aceh, namun juga diadakan pameran UMKM. Acara makin heboh lantaran bertabur door price yang menyediakan alat alat elektronik.
Dikatakan oleh Amiruddin Pase, KTR ini didirikan pada tahun 1956 oleh para tokoh Aceh mulai Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat sampai Aceh Timur. Tujuan utama dari KTR ini adalah memperkokoh persatuan dan kesatusan masyarakat Aceh di perantauan.
Sengaja panitia menyuguhkan banyak kesenian Aceh. Lalu makanan khas Aceh juga siapkan sehingga suasananya Aceh beneran.
Hari ini, kata Amiruddin, sebenarnya sudah di luar bulan Syawal. Namun, silaturrahim seperti ini tetap rutin dilakukan. Terpenting adalah menjalin kebersamaan.
Ke depan, kata Amiruddin, KTR harus lebih berkembang lagi. Warga Aceh yang tinggal di Surabaya diharapkan juga bisa lebih dekat dengan masyarakat di sini dan suku-suku lainnya.
Amiruddin menjelaskan bahwa mahasiswa Aceh yang tengah belajar di Surabaya dalam waktu tak lama lagi akan menempati asrama mahasiswa baru.
Gedungnya saat ini tengah dikerjakan dan tahun 2025 sudah bisa ditempati secara optimal. Lokasinya di Rungkut Harapan D-29 Surabaya.
“Insya Allah, tahun depan sudah bisa ditempati secara optimal. Gedung asrama mahasiswa itu dibangun atas dasar kebersamaan masyarakat Aceh di Jawa Timur.,” tegas Amiruddin
Saat ini, ada sekitar 500 mahasiswa Aceh belajar di Jawa Timur mulai S1, S2 dan S3. Terbanyak di Surabaya dan Malang. Untuk Malang, kita sudah punya 3 asrama (2 asrama putri dan 1 asrama putra).
Sedangkan, masyarakat Aceh di Jawa Timur lebih dari 1000 orang. “Saya senang sekali mahasiswa Aceh yang belajar di Jawa Timur makin tahun terus bertambah,” pungkasnya. [tok/aje]






