Surabaya (beritajatim.com) – Akun instagram @titomflhirwn_86 mendadak ramai hujatan dan ancaman oleh netizen pasca kejadian penusukan Bagus Hermadi (24) di jalan Balongsari, Surabaya, pada Jumat (20/08/2021). Ia menjadi korban hujatan dan informasi hoax diduga karena mengupload instagram stories dengan tulisan “pergerakan tidak harus dipublikasikan”.
Dihubungi via telepon oleh beritajatim.com pada Rabu, (25/08/2021) pemilik akun instagram @titomflhirwn_86 yaitu Tito Mufli Irmawan (18) menjelaskan kronologi hingga ia dijadikan sasaran amuk netizen.
Ia bercerita bahwa pada malam kejadian ia sedang nongkrong bersama temannya di sebuah kos di Kendangsari, Surabaya.
“Saya nongkrong di kos teman saya. Saya di situ pulang Jumat habis Jumatan,” ujar Tito mengawali pembicaraan.
Tito mengakui bahwa instagram stories tersebut ia yang mengupload. Tetapi, saat itu ia sedang ingin belajar membuat kopi bersama temannya.
“Saya mosting snapgram itu, itu kan temen saya yang saya foto. Saya kasih caption itu niatnya mau belajar kopi itu,” imbuhnya.

Ia pun baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberitahu oleh petugas kepolisian. Ia bercerita sempat ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Handphone yang ia bawa pun diamankan oleh petugas. Di Hadapan petugas ia menjelaskan kronologis bahwa ia tidak terlibat.
“Saya Jumat sore dijemput sama petugas, diperiksa di Polrestabes Surabaya. Saya ceritakan semua kok, wong saya juga ndak kenal sama pelaku,” imbuhnya.
Ia pun akhirnya diperbolehkan pulang pada hari Sabtu sore setelah pemeriksaan selesai. Baginya peristiwa ini sangat merugikan dirinya karena nama baiknya hancur.
Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum dari Bagus Hermadi pun menjawab bahwa pemuda yang foto dan informasinya disebar netizen (Tito) bukanlah pelakunya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pembunuhan-surabaya”]
“Bukan, itu kan beberapa oknum karena panas juga kan kondisinya,” ujar Ari Wibowo selaku kuasa hukum Bagus Hermadi.
Tito berharap agar kejadian serupa tidak terjadi kepada orang lain. Ia juga menyesalkan kejadian ini karena merasa nama baiknya dicemarkan hingga foto dan nomor teleponnya beredar di media sosial. Ia pun masih menyiapkan segala bukti guna menempuh jalur hukum kepada orang-orang yang sudah memfitnahnya.
“Kemungkinan saya tempuh jalur hukum, tergantung restu orang tua karena ini kan pencemaran nama baik,” tutup Tito. [ang/but]






