Lumajang (beritajatim.com) – Momen libur Lebaran 2026 di kawasan pantai selatan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung petaka. Sebanyak 10 wisatawan dilaporkan menjadi korban tersambar petir, Sabtu (28/3/2026) sore.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di dua lokasi wisata, yakni Pantai Bambang di Desa Bago dan Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, pukul 17.30 WIB.
Akibatnya, seorang wisatawan bernama Alvin (23), warga Dusun Kebonarang, Desa/Kecamatan Candipuro, dinyatakan tewas setelah tersambar petir di kawasan Pantai Bambang.
Insiden tersambar petir itu juga menyebabkan sembilan korban lain mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, peristiwa bermula saat delapan wisatawan sedang berkunjung ke Pantai Bambang untuk menikmati libur Lebaran.
Saat itu, secara tiba-tiba hujan deras disertai petir mengguyur wilayah tersebut hingga mengharuskan para wisatawan berteduh di sebuah pondok terpal yang didirikan secara mandiri di bagian barat kawasan pantai.
“Sayangnya, tidak lama kemudian petir menyambar tepat di sekitar tenda tersebut sehingga para korban mengalami luka dan sebagian tidak sadarkan diri,” terang Suprapto, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, di waktu yang bersamaan, peristiwa petir menyambar juga menyebabkan dua orang terluka di kawasan Pantai Watu Pecak.
Bahkan, kedua korban yang merupakan seorang pria lanjut usia dan cucunya sempat pingsan setelah petir menyambar di sekitar pondok tempat mereka berteduh.
“Untuk dua korban di Watu Pecak, mengalami luka ringan dan sempat merasakan panas pada bagian kaki, lalu segera dilarikan ke RSUD Pasirian,” tambah Suprapto.
Sebelumnya, dua kawasan wisata pantai tempat kejadian diketahui memang sedang diguyur hujan deras disertai petir sejak pukul 16.30 hingga 18.15 WIB.
Atas peristiwa nahas tersebut, masyarakat diimbau agar lebih waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem di kawasan wisata. “Jadi, hendaknya masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti pantai,” ungkap Suprapto. (has/kun)






