Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyatakan bahwa 91.239 dukungan untuk pasangan kandidat perseorangan, Muhammad Jaddin Wajad dan Arismaya Parahita, tidak memenuhi syarat.
Jaddin-Arismaya menyerahkan 135.506 dukungan, melampaui syarat minimal 128.195 dukungan. Dari hasil verifikasi faktual yang dilangsungkan KPU Jember sejak pertengahan Juni menemukan, bahwa hanya 44.267 dukungan yang memenuhi syarat.
“Rata-rata dukungan yang tidak memenuhi syarat ini karena mereka tidak kenal dengan Gus Jaddin. Kedua, mereka juga merasa tidak pernah menyodorkan KTP untuk mendukung calon perseorangan,” kata Hendra Wahyudi, komisioner KPU Jember, Rabu (10/7/2024).
KPU Jember memberikan kesempatan sekali lagi kepada Jaddin dan Arismayat untuk menyerahkan 167.826 dukungan, atau dua kali lipat dari 83.928 dukungan yang menjadi syarat minimal. “Kami berikan waktu pada 13-17 Juli 2024 untuk jadwal perbaikan,” kata Hendra.
KPU akan melakukan verifikasi administrasi lagi terhadap bukti-bukti dukungan tersebut. “Boleh dibilang mulai dari awal lagi,” kata Hendra.
Jaddin menerima hasil verifikasi faktual itu kendati tidak puas. “Saya menerima meskipun kami tidak puas. karena banyak catatan di lapangan yang merugikan kami,” katanya.
“Ini kan sensus, yang berarti semua orang (pendukung Jaddin-Arismaya) ditanyai. Tapi ada beberapa pendukung kami tidak diverifikasi. Yang tidak menjadi pendukung kami malah diverifikasi faktual,” kata Jaddin.
Hal ini ditemui Jaddin di rumahnya, di Gang Panili Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. “Untungnya tetangga saya tahu. Pola ini bisa terjadi di daerah lain. Tidak semua orang Jember kenal saya,” katanya.
Jaddin mengaku tidak mendapat pemberitahuan lokasi verifikasi faktual. Namun, ia menuyadari, ini tak lepas dari kesalahannya tidak memiliki LO (Liaison Officer atau petugas penghubung) di lapangan. “Dengan tidak membentuk LO (di kecamatan), kami tidak tahu. Tapi kan ada LO tingkat kabupaten yang bisa diberitahu akan dilakukan verifikasi faktual di daerah mana,” katanya.
Jika LO tingkat kabupaten mendapat informasi, menurut Jaddin, petugas verifikasi bisa diantarkan ke lokasi pemilih yang tepat. Selain itu, LO juga bisa mendampingi pendukung Jaddin-Arismaya.
Dengan kondisi ini, Jaddin tidak menyalahkan sepenuhnya KPU Jember. “Ini kesalahan kami juga yang kurang persiapan dan strategi, karena tidak tahu. Kami akan perbaiki, benar-benar kami siapkan semua termasuk LO-LO kami. Ini akan jadi acuan kami ke depan,” katanya.
Jaddin siap memenuhi kesempatan kedua yang diberikan KPU Jember. “Ada 250 ribu lebih bukti KTP dukungan kepada kami kemarin. Tapi kami tidak sempat mengubah dari hard copy ke soft copy. Alhamdulillah data-data itu sudah mulai kami unggah. Kami sebenarnya sudah menyangka bakal di-TMS-kan. Tapi kami tidak menyangka sebanyak ini yang harus diperbaiki,” katanya.
“Tapi kami akan upayakan. Stok cadangan kami sudah ada. Maka itu resource kami akan benar-benar dipergunakan. Kalau kemarin saya pasif. Orang-orang datang ke sini mengirim KTP. Sekarang saya mau aktif, turun ke lapangan, menggerakkan jaringan. Kalau kemarin kami tidak menggerakkan jaringan,” kata Jaddin. [wir]






