Lamongan (beritajatim.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kqbupaten Lamongan, memberikan kuliah umum Reformasi Perpajakan, kepada mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla), Kamis (25/7/2024).
Kepala Seksi Pengawasan I KPP Pratama Lamongan, FX Herry Setiawan, mengatakan kukiah umum di Unisla merupakan bagian dari program untuk memberikan edukasi mengenai perpajakan kepada generasi muda.
“Ini nama programnya Tax Goes To Campus. Program edukasi ini menyasar perguruan tinggi. Selain itu kita juga menyasar sekolah-sekolah, melalui Tax Goes To School. Kemudian ada program Pajak Bertutur, itu biasanya untuk anak-anak SMA,” kata Herry.
Menurutnya, program Tax Goes To Campus, Tax Goes To School maupun Pajak Bertutur, bertujuan untuk membangun kesadaran perpajakan sejak dini.
“Jadi kita melihat bahwa nanti anak-anak muda pada tahun 2045 kan menjadi generasi emas, sehingga mulai sekarang harus diberikan edukasi terkait kewajiban perpajakan,” tuturnya.
Herry menjelaskan, dalam kuliah umum tersebut ada dua materi inti yang diberikan. Materi pertama mengenai kesadaran perpajakan, yakni mengedukasi kepada mahasiswa terkait aoa itu pajak, serta manfaatnya bagi negara.
“Kemudian kewajiban perpajakam setiap wajib pajak. Ada kewajiban daftar, hitung, bayar lapor. Supaya teman-teman ini nanti lulus, punya penghasilan atau bisnis, tahu mengenai hak dan kewajiban perpajakan,” ujarnya.
Kemudian materi kedua mengenai reformasi perpajakan, yang menyangkut berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak.
“Nanti pada tahun 2025, kita ada pembaruan sistem perpajakan. Jadi nanti semua proses bisnis itu digabungkan dalam satu platform. Jadi wajib pajak ketika membutuhkam pelayanan, tidak harus datang ke kantor, tapi sudah bisa melalui eplikasi,” kata Herry.
Sementara itu, Rektor Unisla, Abdul Ghofur, menilai kuliah umum mengenai perpajakan sanngat bermanfaat bagi mahasiswa. Bahkan Ghofur berencana memasukkan materi perpajakan ke dalam mata kuliah.
“Materi perpajakan sangat dibutuhkan oleh universitas sebenarnya. Sementara ini memang hanya sebatas kuliah umum, tapi ke depan akan kita berikan secara terstruktur setiap semester. Ini masih dalam tahap pengembangan. Dosennya bisa berasal dari DJP,” kata Ghofur. (fak/ted)






