Jember (beritajatim.com) – Anggota DPRD periode 2024-2029 baru dilantik pada 21 Agustus 2024. Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengungkap modus anggota baru DPRD menuntut jatah dana pokok-pokok pikiran (pokir) kendati belum dilantik.
“Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Kabupaten Jember. Tapi sudah terjadi di beberapa daerah lain. Anggota DPRD baru menekan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk mendapatkan jatah pokir di tahun 2025. Padahal belum dilantik,” kata Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Wilayah 3 KPK RI Wahyudi, dalam sosialisasi pencegahan korupsi di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (30/5/2024).
Pokir atau Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan agar diperjuangkan di pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD).
Wahyudi juga berharap pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember 2024 berjalan sesuai ketentuan. “Ini tidak terjadi di Kabupaten Jember. Ada di beberapa kabupaten dan kota, (anggota DPRD) yang tidak terpilih sampai 60-70 persen. Pada akhirnya Perubahan APBD dipercepat,” katanya.
“Termasuk anggaran perjalanan dinas dihabiskan sebelum pelantikan anggota yang baru. Mohon ini bijak. Pak Sekwan (Sekretaris DPRD Jember, red), mohon diatur, jangan sampai anggota DPRD yang baru begitu dilantik tidak bisa kunjungan kerja,” kata Wahyudi.
Penetapan APBD 2025 dan Perubahan APBD 2024 diharapkan Wahyudi dilaksanakan dengan baik sesuai tahapan dan ketentuan. Anggota DPRD Jember sudah menandatangani pakta integritas dengan KPK. “Ini deklarasi ke publik, bahwa ‘kami representasi masyarakat, mengusulkan bukan untuk kepentingan pribadi, tapi sebesar-besarnya untuk kepentingan konstituen,” kata Wahyudi.
“Benar, pokirnya tidak fiktif. Tapi kami sering mendapati, mengusulkan pokir peningkatan jalan, ternyata menuju ke rumah pribadi, atau ke tempat usahanya. Atau kalau tidak, biasanya dia punya aset-aset di wilayah-wilayah tersebut untuk akses jalannya,” kata Wahyudi. [wir]






