Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto, untuk kali pertama menjadi tuan rumah kontes ikan cupang bertaraf internasional. Acara yang digelar Karang taruna (Katar) Kota Mojokerto kerjasama dengan komunitas ikan cupang dengan tema ‘Majapahit Flare Of Culture’ ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 19-21 November 2021 kemarin di atrium mall satu-satunya di Kota Mojokerto.
Ratusan peserta dari empat negara tetangga berlomba bersama peserta dari sejumlah daerah di Indonesia menyajikan berbagai jenis ikan cupang untuk memperebutkan Piala Wali Kota Cup dari 25 kategori. Kategori mulai jenis, ukuran, warna, ekor. Satu peserta bisa mengikuti beberapa kategori yang dilombakan. Empat negara tetangga tersebut yakni Indonesia, Thailand, Singapore, Filipina dan Malaysia.
Salah satu pemenang ‘Majapahit Flare Of Culture’ asal Mojokerto yakni, Indra Bagus Setiabudi (40). Peternakan (breeder) warga Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini menyabet tiga juara yakni Juara 1 Kelas Baby Crown Tail Red Dragon, Juara II DT Multi dan Juara III HM Butterfly. Sejak tahun 2015, tenaga pendidikan ini jatuh cinta dengan dunia budidaya ikan cupang karena dinilai banyak manfaat.

“Di event ini, ada sekitar 60 kelas dan saya ikut di 9 kelas. Alhamdulillah menang 3 kelas. Ikan cupang sangat menarik, banyak keuntungan dari ternak ikan cupang. Dari hal sekecil apapun bisa menjadi uang. Contohnya seperti membunuh jentik nyamuk yang menjadi salah satu makanan ikan cupang, memanfaatkan botol bekas untuk tempat. Orang melihat tidak bermanfaat, bagi penghobi ikan cupang bisa jadi uang. Alhamdulillah hampir setiap minggu ikut lomba-lomba,” katanya.
Pelindung Kegiatan ‘Majapahit Flare Of Culture’, Ganesh Khresnawan mengatakan, kontes ikan cupang bertaraf internasional tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Mojokerto. “Kenapa Kota Mojokerto menjadi tuan rumah dan diikuti 4 negara tetangga? Kebetulan tema kali ini, ‘Majapahit Flare Of Culture’, jadi kita mengangkat Mojopahit sehingga pengiat ikan cupang di Mojokerto membuat gagasan yang bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Karena, masih kata Bendahara Umum Katar Kota Mojokerto ini, ikan cupang yang dinilai lebih baik ada di negara tetangga justru terbalik. Breeder maupun kolektor ikan cupang di Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura justru mengambil ikan cupang dari Mojokerto dan daerah sekitar. Meski diakui di Indonesia, penghasil ikan cupang terbanyak dengan breeder level nasional masih di dominasi dari Bandung, Jawa Barat.

“Para peserta yang mengikuti kontes ini selain berasal dari 4 negara tetangga tersebut, juga dari kota-kota besar yang ada di Indonesia. Breeder di Kota Mojokerto ini sudah memiliki akses atau jaringan internasional, setiap tahun kegiatannya sudah didaftarkan. Akan tetapi karena adanya pandemi, beberapa tahun ini mundur. Kebetulan di tahun 2021, level PPKM turun baru bisa diselenggarakan. Itupun harus membuat skat atau batasan,” tuturnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-mojokerto”]
Lanjut Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto ini, kontes tersebut akan rutin digelar dan Kota Mojokerto harus siap kembali menjadi tuan rumah. Menyusul Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya kontes serupa di Kota Mojokerto. Ganesh menambahkan, kontes tersebut juga merupakan langkah awal.
“Kedua, kegiatan yang kami laksanakan ini merupakan kick off atau langkah awal untuk kita memulai kegiatan yang akan datang. Contoh, nanti kita akan menggelar seminar, edukasi bahkan inkubasi usaha. Jadi mulai dilatih bagaimana breeder mengembangbiakan sampai berjualan skala internasional,” harapnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang hadir mengapresiasi langkah Katar Kota Mojokerto dalam menghadirkan penghobi ikan cupang dari berbagai daerah dan negara untuk datang dan berkunjung ke Kota Mojokerto. “Event ini berdampak positif dan mampu mengangkat potensi di kota kita. Ke depan saya berharap Katar Kota Mojokerto bisa mengadakan event serupa. Kita juga memiliki lokasi yang memadai baik indoor maupun outdoor yang bisa dimanfaatkan,” tegasnya. [tin/ted]






